Site icon Berita Kota Makassar

Aniaya Pasutri Kadus Dipolisikan

SIDRAP, BKM — Tindakan tak terpuji diperlihatkan aparat Desa Bola Bulu, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap, H Jabbareng (45). Seharusnya memberikan panutan bagi warganya justru bertindak gaya premanisme.

Jabbareng yang juga Kepala Dusun (Kadus) di Dusun II Bola Bulu, Desa Bola Bulu, inipun dipolisikan sepasang suami istri (Pasutri) karena dianiaya. Tindakan pemukulan yang telah dilakukan oknum Kadus tersebut dilakukan terhadap, Lamilu (37) dan istrinya Darwana (34).
Kejadian penganiayaan itu terjadi pekan lalu dan hanya dipicu hal sepele. Jabbareng tidak terimah gara-gara tiga pohon coklat miliknya layu dan terbakar. Ceritanya, korban Darwana yang kebetulan bertetangga kebun dengan pelaku membakar ranting dan daun kering, kebetulan hasil pembakaran sampah itu merembet di kebun pelaku dan sempat membakar tiga pohon coklat. Kasus ini sebenarnya sudah difasilitasi dan korban bermaksud mengganti kerugian itu dan mendatangi rumah pelaku, namun niat baik korban tidak diterima pelaku.
Spontan pelaku menghampiri kedua korban dan memukulnya. Korban Lamilu awalnya dipukuli dibagian wajah, namun Darwana yang ingin melerai juga terkena pukulan Jabbareng yang sudah emosi dan beringas. perlakuan penganiayaan itu sempat disaksikan oleh sejumlah warga lainnya.
Atas peristiwa itu, korban sudah melapor ke Polsek Pitu Riase Senin (8/2) lalu, namun belum mendapat respon dari aparat setempat.
Korban yang aduannya tidak ditanggapi langsung mengadu ke sejumlah media. Sejumlah warga di Dusun Bola Bulu yang ikut mendampingi kedua korban yang ditemui di Pangkajene, Sidrap, Jumat (12/2), berharap Polsek Pitu Riase dapat segera menindaklanjuti laporan ini.
“Saya tidak tahan pak diperlakukan seperti ini dia seolah-olah preman pak dan mengintimidasi kami. Padahal saya dan suami ingin damai mau ganti rugi itu 3 pohon coklat yang terbakar itu. Tapi justru kami dipukul pak, makanya saya melapor tapi kenapa polisi belum menindak lanjuti laporan kami,” tandas Darwana, diamini Lamilu dan lima warga Bola Bulu lainnya.
Menurut Darwana, awal masalah itu, dinilainya sebagai sesuatu yang seharusnya tidak terjadi, karena hanya persoalan sepele karena yang melakukan pembakaran sampah dikebunnya sendiri, namun karena apinya membesar, akhirnya satu buah pohon coklat dan dua buah pohon mahoni sebagian daunnya layu yang tidak berdampak matinya 3 pohon itu.
Kapolsek Pitu Riase, AKP Syukur yang dihubungi melalui telepon selularnya, kemarin membenarkan telah menerima laporan warga korban pemukulan pasutri itu, dan pihaknya sudah melakukan upaya pemanggilan terhadap terlapor sejak Rabu kemarin, namun yang bersangkutan belum hadir dengan Alasan yang tidak jelas.
“Kami akan kembali melayangkan surat panggilan kedua untuk dimintai keterangan terkait laporan korban, .namun kalau terlapor tetap tidak mengindahkannya, maka pihaknya akan melakukan upaya jemput paksa,”tegas AKP Syukur.
Terpisah, H. Jabbareng yang dikonfirmasi via ponsel membantah melakukan penganiayaan. Menurutnya itu hanya kesalapahaman karena korban membakar sampah dikebunnya dan apinya merembek kekebunnya.
“Saya tidak pernah pukul siapapun, saya cuma bentak dia karena selalu bikin emosi. Soal laporan korban itu saya serahkan ke Polsek, dan siap diperiksa,” tegas H Jabbareng sembari menutup ponselnya. (ady/c)

Exit mobile version