PAREPARE, BKM — Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Parepare mengadakan dialog dengan para ketua RT/RW dan para KUA se kota Parepare, Sabtu (13/2) di pondokan KSU Aneka Jaya kemarin.
Dalam dialog muncul pengakuan kepala bidang data disdukcapil Parepare, Rasdy Gerri, mengenai ada ditemukan sejumlah KK gandan sehingga bersangkutan dipanggil untuk diklarifikasi.
Munculnya KK ganda, dimana kepala rumah tangga mempunya Kartu keluarga (KK) ganda, karena berpoligami atau dua istrinya.
“Tidak bisa satu nama kepala rumah tangga dua KK-nya, karena sistem online sekarang, nomor induk KK pasti eror karena kepala kelaurga sudah terdaftar sebelumnya, atau istri pertama,”jelasnya.
Inilah menjadi masalah sehingga dalam kepengurusan akte kelahiran terganjal,”ini sering kami temukan dan bahkan kami panggil bersangkutan,”jlasnya.
Bukan saja kepala rumah tangga yang ganda, ada juga terjadi istri dua suaminya, sehingga masalah ini menjadi kasus,”bahkan ada istri dua suaminya, tapi ini sudah kami klarifikasi, dan sudah selesaia,”jelas Rasdy tanpa menyebutkan siapa yang bersangkutan tersebut karena masalah aib bagi rumah tangga orang.
Sosialisasi kebijakan kependudukan dan catatan sipil menuju parepare peduli kemajuan, dilaksanakan dipendopo, muncul berbagai kasus. Termasuk calon jemah haji data kependudukanya tidak akurasi,”ada yang muncul cerai hidup demi mendapat kouta di kota lain setelah itu kembali ke parepare tetap KK-nya berlaku karena memang belum cerai, hanya dimainkan secara administrasi sehingga lolos masuk kouta haji,”tuturnya.
Kadis Disdukcapil, Amran Ambar, mengatakan, kedepan tidak akan terjadi demikian, bilamana semua stokholder lebih mengutakaman KTP sistem elektrik yang berlaku nasional,”jika sistem KTp elektrik tidak digunakan maka pasti secara adiministasri kacau, karena memakai KTP manual,”terangnya. (smr/C)