Site icon Berita Kota Makassar

Pemprov Berharap Pusat Kucurkan Rp2 T

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulsel berharap, pusat bisa kembali mengucurkan anggaran hingga Rp2 triliun untuk fisik kereta api tahun ini melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P).
Harapan itu dikemukakan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Minggu (14/2).
Alasan Agus, selain melanjutkan progres fisik yang dananya sudah ada, tahun ini dikonsenstrasikan untuk pembebasan lahan.
Anggaran yang dikucurkan pada 2015 lalu untuk pembebasan lahan sepanjang 30 km hanya Rp1,2 triliun. Jika tahun ini ada tambahan sebesar Rp2 triliun melalui APBN-P, Agus meyakini itu lebih dari cukup.
Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perkeretaapian Sulsel, Henry Hidayat, mengatakan anggaran yang dikucurkan pemerintah dari APBD Sulsel sebesar Rp100 miliar untuk pembebasan lahan, sedangkan dari APBN sebesar Rp781 miliar untuk pembangunan konstruksi.
Dari APBN, untuk konstruksi sebesar Rp781 miliar yang dapat menyelesaikan pembangunan sepanjang 16,1 km.
Tahun ini, anggaran yang dikucurkan hanya sebesar Rp268 miliar, dengan rincian anggaran untuk pembangunan konstruksi sebesar Rp121 miliar, untuk pengadaan sebesar Rp70 miliar, dan untuk pembebasan lahan sebesar Rp77 miliar.
Anggaran sebesar Rp121 miliar pada pos pembangunan konstruksi rencananya akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan 3 jembatan dan 1 flyover yang terletak di Pekkae, Kabupaten Barru.
Ia juga mengaku akan mencoba mengusulkan tambahan anggaran dari APBN-P 2016 sebesar Rp2 triliun, sesuai janji Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan saat peninjauan.
Mengenai pembebasan lahan, saat ini masih menyelesaikan pembebasan dari Kabupaten Barru menuju Parepare. Tetapi pihaknya akan mulai melakukan pembebasan lahan dari Kabupaten Barru menuju Makassar pada tahun ini.
Henry menjelaskan, pihaknya
sedang menyiapkan dokumen perencanaan yang ditargetkan April SP2LP sudah ditandatangani gubernur. (rhm/war/c)

Exit mobile version