MAKASSAR, BKM–Isyarat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat yang memberikan dukungan kepada Syamsu Rizal untuk mendahkodai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sulsel membuat Ni’matullah yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD bereaksi.
Ni’matullah yang tak lain adalah Wakil Ketua DPRD Sulsel memanggil sejumlah elit partai berlambang bintang mercy ini diruang kerjanya, Senin (15/2).
Pertemuan yang digelar di ruang Wakil Ketua DPRD Sulsel ini berlangsung tertutup dari pukul 13.00 hingga 17.00 Wita.
Dari sumber yang dikumpulkan koran ini, pertemuan tersebut membicarakan hasil pertemuan tiga elit DPP yakni Andi Gerhan Lantara, Andi Timo Pangerang dan Jafar Hapsah di Grand Asia Hotel Panakkukang, Minggu (14/2) malam. Dalam pertemuan yang dipimpin Andi Gerhan Lantara diikuti 21 dari 24 Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat se Sulsel minus DPC Gowa, Soppeng dan Jeneponto.
Dalam pertemuan tersebut, DPP mengisyaratkan Syamsu Rizal yang tak lain adalah Wakil Wali Kota Makassar untuk maju di Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Sulsel 9 Maret mendatang dan memimpin Demokrat Sulsel. Sementara Ni’matullah dikabarkan dipersiapkan menduduki posisi yang lebih tinggi di Demokrat.
Terkait rivalitas Ni’matullah dengan Syamsu Rizal keduanya mengklaim mendapat dukungan dari DPC. Deng Ical-panggilan akrab Syamsu Rizal menyatakan akan siap bersaing di Musda nanti. “Kita harus siap kalau dicalonkan oleh pemilik suara (DPC Demokrat),”kata Deng Ical, kemarin.
Mantan anggota DPRD Makassar ini juga mengapresiasi ketua DPC Demokrat kabupaten kota yang merekomendasikan namanya ke DPP. “Keputusan Rapimda salah satunya mengusulkan dua nama kader (Ulla dan Deng Ical) ke DPP,” ungkap Ical.
Ni’matullah Erbe alias Ulla juga mengaku siap bersaing dengan Deng Ical untuk memperebutkan ketua Demokrat di forum Musda. “Nanti kita lihat dinamikanya di Musda. Yang jelas sebagai kader, kita harus siap,” ujar Ulla yang juga legislator Demokrat Sulsel dua periode ini.
Ketua Stering Commite, Selle KS Dalle juga mengakui DPP telah menerima dua nama yang akan bertarung di Musda. Terkait peluang aklamasi, Selle yang juga Ketua fraksi Demokrat DPRD Sulsel menegaskan bisa saja terjadi. “Aklamasi itu bahagian dari demokrasi, kalau aklamasi secara informal prosesnya selesai sebelum pemilihan, tapi kalau sampai diproses, maka bukan aklamasi,”ujar Selle yang didampingi Ketua panitia Musda Haidar Madjid dan sekretaris panitia Andi Endre Mallanti Cecep Lantara.
Dalam pertemuan antara elit DPP bersama 21 Ketua DPC Demokrat se Sulsel di Grand Asia Hotel, mulai tergambar peta kekuatan antara pendukung Ni’matullah dengan Deng Ical.
Diatas kertas dukungan DPC ke Ni’matullah Erbe masuh cukup besar, namun bila DPP ikut bermain semisal mengarahkan dukungan ke Deng Ical, maka peluang mantan politisi PDK itu semakin diatas angin.
Ketua DPC Demokrat Jeneponto, Alamsyah Mahadi Kulle membenarkan pertemuan DPP dengan DPC. Meski dirinya tidak hadir karena masih terbaring dirumah sakit, namun telah terjadi kesepakatan agar kedua nama tersebut dikirim ke DPP, guna mendapat persetujuan. “Memang ada kesepakatan agar pak Ni’matullah dan Deng Ical dikirim ke DPP, selanjutnya bertarung di Musda nanti,”ujar Alamsyah.
Plt Ketua DPC Demokrat Kota Palopo, Japry Y Timpo juga mengungkapkan hal sama. Japri mengatakan, aspirasi teman-teman ketua DPC menginginkan ketua Demokrat Sulsel harus berasal dari internal.
“Dalam Rapimda muncul dua nama yang disepakati, Ulla dan Deng Ical. Dua nama ini akan dikirim ke DPP,” kata Japry.
Sementara Ketua DPC Demokrat Toraja, Viktor Datuan Batara mengaku tak ingin berspekulasi soal dukungan di Musda. Sebelumnya, Viktor yang juga Wakil Bupati Toraja terpilih memberikan dukungan ke Ni’matullah. (ita/rif/b)
