Site icon Berita Kota Makassar

APBD Tembus Rp1,2 Triliun, Raih 24 Penghargaan

BKM/SUHERMAN KARIM Drs H Muslimin Bando,SPd

TAK terasa sudah dua tahun empat bulan pasangan Drs H Muslimin Bando,SPd dan Muh Amiruddin,SH menjadi Bupati dan Wakil Bupati Enrekang. Di bawah kepemimpinan keduanya, Bumi Massenrempulu terus bertumbuh.

Laporan: Suherman Karim

SETELAH dilantik pada bulan Oktober 2013, pasangan yang akrab disebut MBA (mengambil inisial nama Muslimin Bando-Amiruddin) langsung tancap gas. Salah satu program yang digelorakan adalah Gerakan Membangun Enrekang Maju, Aman dan Sejahtera (Gerbang Emas).
Selain itu, Bupati yang akrab disapa MB ini terus menggenjot Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dalam kurun waktu kepemimpinannya, APBD Enrekang kini sudah menembus angka Rp1,2 triliun. Atau meningkat sebesar Rp690 miliar.
Pencapaian itu mengacu pada APBD di era kepemimpinan Bupati Ikbal Mustafa (almarhum) selama lima tahun sebesar Rp300 miliar. Selanjutnya, ketika La Tinro La Tunrung menjadi Bupati Enrekang, ia berhasil meningkatkan APBD dari Rp300 miliar menjadi Rp690 miliar.
”Saudara saya Puang Tinro 10 tahun memimpin Enrekang dari 2003-2013, mampu meningkatkan APBD dari Rp300 miliar menjadi Rp690 miliar. Berarti dia naikkan Rp390 miliar selama 10 tahun,” jelas MB.
Sementara pada dua tahun empat bulan kepemimpinan MBA telah meningkatkan APBD sebesar Rp600 miliar. Rinciannya, dari APBD 2013 di akhir kepemimpinan La Tinro sebesar Rp690 miliar, naik menjadi Rp800 miliar di APBD tahun 2014. Setahun kemudian, atau 2015 naik lagi hingga hampir mencapai Rp1 triliun. Dan tahun 2016 ini angka di APBD sebesar Rp1,2 triliun.
”Pada ketuk palu penetapan APBD 2016, Kabupaten Enrekang menetapkan APBD sebesar Rp1,2 triliun. Ini belum termasuk APBD Prubahan. Berarti dalam kurun waktu dua tahun empat bulan, kami mampu menaikkan APBD sebesar Rp600 miliar,” kata MB.
Selain keberhasilan menggenjot peningkatan APBD, duet MBA juga mampu menorehkan prestasi dengan mengantarkan daerah ini meraih 24 penghargaan, baik tingkat nasional maupun provinsi. Salah satunya adalah penghargaan tertinggi bidang Lingkungan Hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Selain itu, juga meraih juara satu tingkat nasional sebagai Kabupaten Sehat tahun 2015, serta juara satu Kabupaten Peduli HAM selama dua kali berturut-turut, yakni 2014 dan 2015.
”Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pemerintah pusat sudah mengakui apa yang dilakukan Pemkab Enrekang selama ini sudah benar,” ujar mantan guru dan loper koran ini.
Sementara pembangunan di bidang infrastruktur, MB fokus pada pembangunan jalan lingkar timur. Mulai dari Kecamatan Maiwa dekat perbatasan Kabupate Sidrap, hingga ke Kecamatan Baraka.
Untuk membuka akses desa-desa di sepanjang lingkar timur, disiapkan anggaran sebesar Rp180 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 12 kecamatan yang tersebar di Enrekang.
“Insya Allah, akhir tahun 2016 masyarakat Enrekang akan menikmati infrastruktur jalan yang lebih baik dari tahum-tahun kemarin. Terutama jalan dari desa ke desa,” janji suami Hj Johra ini.
Ditegaskan MB, tidak perlu berlama-lama menjadi seorang bupati. Yang terpenting banyak berbuat untuk kemajuan daerah.
”Eda na parallu masai jadi bupati, yang penting buda dipugau. (Artinya kurang lebih; tidak perlu lama jadi bupati yang penting banyak bekerja). Yang jelas, kita bersyukur karena di kepemimpinan kami dengan Pak Amiruddin, kita diberi rezeki yang banyak. Baru dua tahun kita sudah bisa dapat uang Rp600 miliar, sehingga APBD kita menjadi Rp1,2 triliun,” terang MB. (*/rus/b)

Exit mobile version