MAKASSAR, BKM — Sebanyak 10 bupati/wakil bupati hasil pemilihan serentak yang digelar 9 Desember 2015 lalu, dilantik secara bersamaan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di hamalan kantor Gubernur Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Rabu (17/2).
Bupati/wakil bupati terpilih yang dilantik yakni Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo-Abd Rauf Malaganni (Gowa), Andi Kaswadi Razak-Supriansa (Soppeng), Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (Barru), Indah Putri Indriani-Thahar Rum (Luwu Utara), Thoriq Husler-Irwan Bachri Syam (Luwu Timur), Syamsuddin A Hamid-Syahban Samanna (Pangkep), AM Sukri Sappewali-Tomy Satria (Bulukumba), Hatta Rahman-Harmil Mattotorang (Maros), Basli Ali-Zainuddin (Selayar), dan Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara (Tana Toraja).
Pelantikan dilakukan dalam kondisi yang tidak biasa. Sebanyak 10 pasangan bupati/wakil bupati dilantik dalam kondisi baju yang basah, akibat hujan deras terjadi di awal prosesi pelantikan.
Berdasarkan rundown acara, pelantikan diawali dengan prosesi berbaris 10 pasangan terpilih. Mereka berjalan sekitar 100 meter menuju tenda pelantikan. Namun, di tengah jalan, hujan deras mengguyur area kantor gubernur. Akibatnya, ketika tiba di tenda pelantikan, pakaian seragam pasangan bupati dan wakil bupati basah kuyup.
Malah, salah seorang bupati terpilih sempat berseloroh. “Basahmi ini celana dalamku,” cetusnya.
Namun, meski dalam keadaan basah, mereka tetap menjalani proses pelantikan dengan khidmat dan bersemangat.
Hujan deras mengguyur area pelantikan sekitar setengah jam. Saat proses sakral mulai berlangsung, berangsur-angsur matahari mulai bersinar cerah.
Sebenarnya, untuk mengamankan prosesi pelantikan dari hujan, event organizer (EO) Debindo menyiagakan enam pawang hujan. Dua pawang dikhususkan berjaga di areal kantor gubernur. Sementara empat lainnya bertugas di luar area acara.
Pihak Debindo mengklaim pawang hujan yang disewa sudah bekerja maksimal, walaupun sempat turun hujan begitu deras.
“Kita tetap berusaha. Tapi Tuhan selalu punya rencana lain. Apalagi sekarang kan memang musim hujan,” ungkap Account Executive Debindo Firman.
Dia menjelaskan, pawang yang bekerja saat pelantikan sudah menjadi langganan pihaknya jika menggelar kegiatan, utamanya outdoor.
Firman menjelaskan, berdasarkan pengamatannya selama ini, pawang hujan bekerja dengan melakukan ritual-ritual khusus. Mereka akan berada di area acara tanpa banyak diperhatikan orang. Yang bersangkutan juga tidak boleh menyentuh makanan apapun, sebelum seluruh perhelatan acara tuntas.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyikapi hujan deras ini sebagai tanda-tanda alam yang menandakan Sulsel daerah yang subur dan makmur.
“Pastikan tangkap kondisi ini sebagai tanda-tanda baik. Tena na naung bosia punna tena a’rammang. Orang Bugis-Makassar percaya pada aksara-aksara itu. Tanda-tanda kehidupan rakyat yang akan sejahtera,” ungkap Syahrul.
Ia tak lupa mengingatkan agar kandidat yang kalah dalam pemilihan kepala daerah yang lalu tidak berkecil hati, dan tetap menyumbangkan pikiran mereka untuk kemajuan daerahnya. Apalagi, mereka bisa berkompetisi lagi lima tahun yang akan datang secara sehat. Semua visi dan misi bisa disinergikan.
“Kemenangan bukan hanya milik para pemenang, kerabat, dan tim sukses. Tapi kemenangan seluruh rakyat,” kata Syahrul.
Ia menyampaikan, proses pemilihan kepala daerah sudah selesai sejak dilakukannya pelantikan. Tim sukses atau tim apapun juga seharusnya dibubarkan. Semua harus fokus pada program pemerintah. Begitupun dengan segenap anggota dewan, jajaran muspida, tokoh masyarakat, harus mengawal jalannya pemerintahan.
“Bupati yang baru dilantik harus mampu merealisasikan janji-janji kampanyenya. Hari ini, kalian bukan lagi menjadi yang kemarin. Kalian sudah menjadi orang terhormat di daerah masing-masing, tumpuan dan harapan rakyat,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Syahrul, Sulsel menjadi provinsi terbaik yang ada di Indonesia dan sepuluh daerah yang bupati dan wabupnya dilantik, ada di dalamnya. Karena itu, para pasangan kepala daerah harus mampu memperlihatkan langkah-langkah yang makin baik, akseleratif, baik dari segi kedamaian, ketentraman, keteraturan, dan kenyamanan hidup bersama seluruh masyarakat Sulsel.
“Mulai hari ini, pemimpin baru telah hadir. Pemimpin dengan potensi yang lebih baik. Pemimpin yang harus memastikan hidup rakyat yang lebih sejahtera,” tegasnya.
Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini berpesan agar pasangan kepala daerah menjamin perjalanan kehidupan rakyat, menjamin akselerasi politik secara damai dan santun.
“Tidak ada negara dan daerah yang baik tanpa stabilitas politik. Mari kita pastikan ekonomi kita makin baik. Ekonomi menjamin makannya rakyat, pendapatan rakyat yang makin baik, lapanan kerja, langkah pasti mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Hal ini bisa dilakukan kalau semua turun tangan,” tandasnya.
Tak lupa Syahrul mengingatkan para bupati dan wakil bupati untuk memperhatikan pendidikan anak-anak agar lebih baik dan berkualitas, serta pelayanan kesehatan yang makin baik. Air bersih dan listrik juga harus menjangkau hingga ke pelosok desa. Inflasi harus dijaga dan sembilan bahan pokok rakyat harus terpenuhi. Begitupun dengan ketersediaan obat-obatan.
“Pejabat jangan hanya di belakang meja, tapi harus turun di lapangan mengecek langsung. Sulsel saat ini adalah peraih 182 penghargaan nasional, diantaranya Bintang Mahaputera Utama dan Pataka Purnakarya Nugraha. Tentunya, hal tersebut bukan yang mudah untuk diraih, sehingga dibutuhkan dukungan dari pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat Sulsel,” paparnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada penyelenggara pemilihan kepala daerah, KPU dan Panwaslu, TNI dan Polri yang berhasil menjaga keamanan jalannya pemilihan kepala daerah, serta seluruh karteker bupati di sepuluh daerah yang mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
Usai pelantikan sepuluh pasangan kepala daerah, juga dilakukan pelantikan ketua Tim Penggerak PKK sepuluh kabupaten oleh Ketua TP PKK Sulsel drg Ayunsri Syahrul di Ruang Pola Kantor Gubernur.
Pelantikan bupati/wakil bupati yang digelar secara bersamaa ini merupakan yang pertama kalinya. Bupati Bulukumba, Syukri Sappewali memaknai pelantikan itu sebagai simbol persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, bagian dari efektifitas dan efisiensi waktu, tenaga, dan anggaran.
Kepada wartawan, Syukri membeberkan beberapa langkah yang akan dilakukan pascapelantikannya. Yang paling utama adalah pembenahan manajemen serta struktur di rumah sakit daerah yang dinilai selama ini carut marut.
“Saya akan benahi rumah sakit yang pelayanannya amburadul. Tak mampu layani masyarakat dengan baik,” tegas Syukri. Selain itu, dia akan melakukan konsolidasi pemerintahan.
Sementara itu, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan YL akan melanjutkan pondasi pembangunan dan pemerintahan yang telah dibangun bupati terdahulu yang juga ayah kandungnya Ichsan YL. Jika ada kekurangan dari pemerintahan sebelumnya, dia berjanji akan memperbaiki dan membenahinya.
Bersama wakilnya, dia juga berjanji akan menjalin sinergitas dengan pemerintah kabupaten/kota yang lain untuk membangun Sulsel ke depan.”Saya akan gas full dalam bekerja,” jelasnya.
Bupati Pangkep lain lagi. Dalam 100 hari kerjanya, dia akan melakukan perbaikan struktur organisasi di lingkup SKPD. Selain itu, akan melanjutkan program unggulan yang sudah dirintisnya saat menjabat Bupati Pangkep pada periode sebelumnya. (rhm/rus/a)
Bupati/Wabup Dilantik Pakai Seragam Basah

BKM/CHAIRIL DIGUYUR HUJAN-Pasangan bupati dan wakil bupati tetap mengikuti prosesi pelantikan meski diguyur hujan. Karena hujan semakin deras, sebagian diantaranya bubar dan berusaha dipayungi.