Site icon Berita Kota Makassar

Penikaman Picu Bentrok Warga Palopo dan Luwu

BKM/IRWAN MUSA BENTROK-Polisi mengamankan salah seorang warga yang terlibat bentrokan di Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Rabu (17/2).

LUWU, BKM — Bentrok dua kelompok warga terjadi, Rabu (17/2). Warga Kelurahan Purangi, Kota Palopo berhadapan dengan penduduk dari Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu. Akibatnya, poros trans Sulawesi di batas Kota Palopo dan Luwu, tepatnya di Desa Padang Kalua mengalami kemacetan hingga tiga jam.
Informasi yang diperoleh di lapangan, menyebutkan bentrokan disebabkan adanya penikaman salah seorang warga Kelurahan Purangi, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo yang diduga dilakukan warga Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua.
Beruntung, Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan bersama Wakapolres Kompol Saenong, Kabag Ops Kompol Herman Palar, Kasat Lantas AKP Ahmad, Kasat Intel Hafiuddin dan Kasat Sabhara AKP Abubakar bersama Ketua DPRD Luwu Andi Muharir, bertindak cepat turun melakukan penyisiran dibantu aparat TNI dan Polres Palopo.
Menurut Adex, sebanyak 20 warga asal Purangi berhasil diamankan oleh anggota Tim Buser bersenjata lengkap. ”Siapapun yang terlibat kita amankan dan kita akan proses hukum tanpa pandang bulu,” tegas Adex.
Sementara korban yang ditikam, menurut Adex, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Atmedika Palopo. Namun identitasnya belum diketahui, karena polisi masih melakukan pengembangan.
Terpisah, Ketua DPRD Luwu Andi Muharir mendesak Pemerintah Kabupaten Luwu untuk segera turun tangan mengantisipasi agar bentrok susulan tidak terjadi.
Hingga berita ini dibuat, polisi dari Polres Luwu dan jajaran TNI di bawah pimpinan Pabung Kodim 1403 Mayor Inf Martinus Paggasing masih melakukan pengamanan di TKP Desa Padang Kalua.
Sejumlah barang bukti berupa senjata tajam jenis samurai dan parang, termasuk busur dan 30 lebih kendaraan roda dua diamankan di Mapolres Luwu untuk proses hukum selanjutnya.
Salah seorang warga yang diamankan, Chaerul mengaku jika korban penikaman sepupunya. ”Waktu saya lewat, saya lihat perut bagian kakan sepupuku sudah berdarah. Saya spontan ikut karena melihat sepupuku ditikam,” ujarnya.
Sementara saksi mata dari warga Padang Kalua, menginformasikan bahwa bentrokan berlangsung pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 Wita. Saat itu lima warga Purangi datang
menyerang ke Desa Padang Kalua.
Beberapa warga sudah mengingatkan mereka untuk pulang dan tidak membuat keributan. Termasuk Kapolsek Bua AKP Marthen yang memberikan imbauan.
”Namun kelima orang itu tidak mendengarkan. Mereka tetap melakukan penyerangan hingga pecah bentrokan dengan warga setempat,” kata pemilik warung di TKP, yang minta namanya tidak ditulis.
Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Dedy Setiawan sedang mengumpulkan keterangan dari para tersangka yang diamankan saat terjadi penyerangan. Tercatat ada 29 orang yang ditangkan dan diproses di Satreskrim Polres Luwu. (wan/rus/b)

Exit mobile version