MAKASSAR, BKM–Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulsel mengaku akan bekerjasama dengan tiga pimpinan lembaga survei ternama di Sulsel, guna mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas partai serta kandidat yang akan diusung di Pilgub dan Pemilukada.
Ketiga pimpinan lembaga yang akan dilibatkan yakni Herman Heizer, Direktur Celebes Research Center (CRC), Irfan Jaya, manager Jaringan Suara Indonesia (JSI) area Sulawesi, dan Toto Izzul Fatah, Direktur PT Citra Komunikasi (Cikom) dibawah PT Lingkaran Survei Indonesia (LSI). “Kami tidak bekerjasama lembaganya, kami bekerjsama personnya ini perlu ditegaskan,” ujar Sekretaris DPD PDIP Sulsel, Rudy Pieter Goni, Kamis (18/2).
Rudy yang juga Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel ini mengemukakan tujuan kerjasama itu dalam rangka mencari calon kepala daerah dan calon Gubernur . “PDIP partai terbuka, survei itu kita sampaikan ke DPP,” ungkap Rudy.
Sementara itu, Ketua DPD PDIP Sulsel, Andi Witiri Ridwan (ARW) mengungkapkan bila mantan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Burhanuddin Andi tidak akan maju di Pilgub Sulsel 2018 mendatang jika dirinya ikut bertarung. “Burhanuddin Andi adalah kakak saya. Hanya istrinya bukan milik saya, anaknya anak saya juga. Kalau saya maju beliau harus mundur. Kalau dia mundur saya maju,” ujar ARW yang juga anggota DPR RI ini, Kamis (18/2).
AWR mengaku lebih pantas mengendarai partai wong cilik. Alasannya, putra kelahiran 15 Desember 1962 ini adalah ketua DPD PDIP Sulsel. Namun menurutnya, itu bukan jaminan dirinya diusung PDIP.
“Ketua bukan jaminan. PDIP partai terbuka melihat elektabilitas melalui survei. Saya harus siap,” katanya. (ita/rif/c)