MAMUJU, BKM — Pada tahun 2015, pencapaian hasil produksi beras Provinsi Sulbar menempati peringkat ketiga dari enam provinsi yang ada di Pulau Sulawesi. Seperti diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulbar, H Hamzah, hasil panen padi yang didapatkan hanya dikisaran 42,2 persen dari yang telah ditargetkan sebelumnya.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/2), Hamzah mengatakan, rendahnya pencapaian ini dikarenakan masalah kekeringan yang melanda wilayah Sulbar saat itu. Dimana, banyak areal persawahan yang telah ditanami para petani mengalami kekeringan. Sehingga banyak tanaman padi yang sudah dilakukan penanaman, akhirnya ada yang mengalami gagal panen.
”Kalau melihat dari angka yang dicapai pada sektor pangan khususnya padi di wilayah Sulbar, sebenarnya tidak terlalu rendah dan tidak juga terlalu tinggi. Karena dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, Provinsi Sulbar menempati peringkat ke 17. Sedangkan dari enam provinsi di Pulau Sulawesi, Provinsi Sulbar menempati peringkat ketiga,” kata Hamzah.
Meski mengalami kekeringan berkepanjangan yang berdampak pada banyaknya areal persawahan kekeringan dan menimbulkan gagal panen, Tapi daerah ini masih mampu surplus hingga 112 ribu ton. ”Bantuan anggaran untuk pembangunan irigaso sebenarnya sudah selesai. Namun karena terkendala air sehingga irigasi itu tidak dapat dimanfaatkan. Saya optimis ditahun 2016 ini, produksi beras Sulbar akan kembali meningkat,” ujarnya. (ala/mir/c)
Sulbar Peringkat Tiga Produksi Beras

BKM/ALALUDDIN H Hamzah