MAKASSAR, BKM — Peringatan Hari Peduli Sampah (HPSN) 2016 yang dipusatkan di Anjungan Pantai Losari, Minggu (21/2) diikuti ribuan orang, yang berasal dari 143 kelurahan di 14 kecamatan. Salah satu rangkaian kegiatan ini adalah deklarasi Indonesia Bebas Sampah 2020 bersama 34 kota di 34 provinsi se-Indonesia.
Selain itu, digelar pula kerja bakti akbar yang dimulai sejak pukul 06.00 Wita. Hal serupa dilakukan secara serentak warga kota yang ada di masing-masing kelurahan.
Khusus di Anjungan Pantai Losari, warga yang terlibat kerja bakti akbar mengisinya dengan Gerak Jalan LISA (Lihat Sampah Ambil). Para peserta berjalan sambil memungut sampah, khususnya sampah plastik yang tersebar di seluruh fasilitas umum di dalam kota yang dilalui.
Sampah plastik yang telah dikumpul warga ke dalam kantong, kemudian ditimbang dan dijual di bank sampah yang standby di Anjungan Pantai Losari dan di tiap kelurahan, yang jumlahnya sekitar 220 bank sampah.
Selain warga kota, yang terdiri dari anggota TNI, Polri, Pramuka, komunitas dan ormas lainnya, terlibat pula warga yang ada di pulau, seperti Pulau Lae-lae. Dengan menggunakan perahu, mereka menyeberang ke Anjungan Pantai Losari dan menimbang sampah plastik yang telah dikumpulkan ke dalam karung dan menukarnya dengan uang.
Tercatat sebanyak 542,2 kg sampah plastik dan 166,2 kg sampah kertas terkumpul dari kegiatan ini.
Dari pantauan BKM di Anjungan Pantai Losari, pada pukul 06.30 Wita Wakil Wali Kota Syamsu Rizal yang mengenakan training berbaur dengan warga dan ikut memungut sampah. Deng Ical juga menyempatkan diri menyambangi organisasi serta komunitas yang ikut terlibat, seperti pramuka.
Setelah beberapa menit melakukan aksi kerja bakti bersama, Wawali kemudian melanjutkan kunjungannya ke lorong lorong di tiap kelurahan.
Kepada wartawan, Wawali mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan ini sangat penting untuk menumbuhkembangkan rasa kepedulian warga, khususnya di kalangan pelajar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. ”Dengan begitu, program MTR (Makassar tidak Rantasa) lebih mendapat perhatian di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Sementara Sekertaris Kota (Sekkot) Makassar Ibrahim Saleh, mengatakan saat ini pemkot fokus dalam penanganan kebersihan, khususnya masalah sampah. Pelaksanaan program MTR diharapkan lebih efektif, dengan memberikan perhatian dan kesadaran dari masyarakat untuk menyukseskan program tersebut, meskipun Makassar telah mendapatkan Piala Adipura.
“Untuk dapat memujudkan MTR, diberlakukan Jumat Bersih yang dikhususkan ke pegawai Pemkot, Sabtu Bersih bagi sekolah, dan Minggu Bersih bagi seluruh lapisan masyarakat kota. Hal itu dilakukan untuk memberikan perhatian terhadap program yang ada,” kata Sekkot.
Sekkot juga sempat melakukan video conference dengan Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya. Dalam perbincangan yang berlangsung singkat, kepada Menteri LH menyampaikan volume sampah yang dihasilkan dari kegiatan HPSN.
Menyikapi laporan itu, Siti Nurbaya berharap Makassar ke depan bisa lebih bersih lagi dengan lebih fokus memperhatikan masalah sampah.
Dijelaskan juga Ibe, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto telah mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan PNS dan pegawai kontrak menjadi nasabah Bank Sampah dengan menyetorkan paling sedikit 2,5 kg sampah anorganik ke Bank Sampah. Buku rekening Bank Sampah menjadi salah satu acuan penilaian bagi pegawai maupun tenaga kontrak setiap bulannya.
“Pegawai pemkot juga telah diwajibkan untuk menjadi nasabah bank sampah dengan mengumpulkan dan menyetor sampah plastik di bank sampah yang ada di daerahnya,” jelasnya.
Untuk pelaksanaan HPSN, seluruh instansi pemerintah turun membersihkan lingkungan. Badan Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Kota Makassar yang juga ikut dalam kegiatan tersebut menerjunkan seluruh stafnya untuk melakukan kerja bakti Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Gusung, Kecamatan Ujung Tanah.
” Kita di Ujung Tanah. Kebetulan ada binaan kita disana,” kata Kepala BP3A Tenri A Palallo usai kerja bakti.
Menurutnya, partisipasi seluruh stafnya merupakan bentuk dukungan kepada program pemkot untuk menciptakan Makassar Tidak Rantasa (MTR), Makassar Bebas Sampah (Mabasa) dan Makassar Bebas Banjir (Mabaji).
Dalam kerja bakti itu, pihaknya membersihkan sedimen drainase dan Lihat Sampah Ambil (LISA). ” kita bersihkan drainase. Kita juga LISA,” kuncinya. (arf-man/rus/c)