JENEPONTO, BKM — Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar melalui Tim Peneliti Center Of Technology (COT) dipimpin Prof Syamsul Asri melakukan lawatan ke Kabupaten Jeneponto. Tim COT Unhas diterima langsung Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar di rumah jabatannya, Sabtu (20/2).
Ketua Tim COT Unhas, Prof Syamsul Asri dalam kesempatan itu menyampaikan, kunjungan pihaknya dalam rangka penelitian sumber daya Jeneponto dalam bidang teknologi.
Menurutnya, potensi sumber daya alam Kabupaten Jeneponto cukup melimpah, namun masih kurang tersentuh oleh teknologi.
“Beri kami kesempatan untuk melakukan penelitian guna mencari akar permasalahan di daerah ini. Hasil penelitian nanti akan menjadi dasar solusi agar Jeneponto bisa keluar dari predikat sebagai daerah tertinggal,” jelas Prof Syamsul.
Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar dihadapan rombongan Tim COT Unhas menjelaskan, Jeneponto sedianya tidak menerima status sebaai daerah tertinggal (DT) mengingat daerah yang dipimpinnya memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah.
“Jeneponto mempunyai garis pantai sepanjang 114 km menghasilkan ikan, garam, rumput laut ?dan lainnya.
Di wilayah dataran rendah, daerah kami bisa mengasilkan jagung, gaplek, beras, cabe, bawang merah dan kacag-kacangan. Sementara di dataran tinggi, yakni dua kecamatan, Kelara dan Rumbia mengasilkan kopi, coklat dan sayur mayur. Harusnya daerah kami tidak menerima predikat DT,” jelas Iksan.
Iksan pun meminta, agar Tim Peneliti COT Unhas agar memberikan sentuhan teknologi terhadap pengelolaan hasil bumi di daerahnya. Iksan pun optimis, dalam kurung waktu dua tahun kedepan, Jeneponto tak saja bisa keluar dari status DT, namun juga menjadi daerah penggerak ekonomi terkemuka di Sulsel.
“Jika Tim COT bisa memberikan solusi melalui sentuhan teknologinya, maka saya yakni Jeneponto bisa keluar dari status DT dan akan menjadi salah satu daerah yang ikut menggerakkan perekonomian di Sulsel,” kata Iksan, optimis.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jeneponto, Nuralam Basir yang ikut mendampingi bupati juga berharap, Tim COT Unhas bisa menggali potensi wisata di Kabupaten Jeneponto.
“Kalau bisa jangan hanya di sektor hasil bumi saja. Penelitian bisa juga dilakukan untuk menggali potensi wisata di daerah kami,” kata Nuralam.
Disinggung soal biaya penelitian Tim COT Unhas, Nuralam mengaku akan sepenuhnya di tanggung pihaknya. Terkait berapa nilai anggarannya, Nuralam belum dapat memastikan.
“Soal biaya akan ditanggung Bappeda. Soal berapa besarnya nantilah kita lihat dulu apa-apa saja yang dibutuhkan oleh tim,” jelas Nuralam Basir. (krk-ril/c)