PAREPARE, BKM –Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulsel mengisyaratkan aklamasi pada Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Hanura Makassar pada Senin (22/2) hari ini.
Sekretaris DPD Hanura Sulsel Waris Halid mengemukakan bahwa pelaksanaan Muscab Hanura Makassar Senin dirancang untuk aklamasi.
Jika aklamasi, maka peluang petahana Jalaluddin Akbar untuk kembali memimpin Hanura Makassar akan pupus, sebab aklamasi diperuntukkan bagi HM Yunus yang juga Ketua Fraksi Hanura DPRD Kota Makassar. “Kita lihat saja nanti, jika itu aklamasi berarti itu kemauan DPP,” jelas Waris, Minggu (21/2).
Ia juga menambahkan, jika pengurus Hanura Makassar tidak siap melakukan Muscab pada 22 Februari , maka DPD masih memberikan waktu untuk pemunduran pelaksanaan, namun siap atau tidak siap pengurus DPC Makassar harus melaksanakan Muscab sebelum memasuki bulan Maret. “Jika DPC Makassar belum siap nanti kita masih berikan waktu. Yang jelas Hanura Makassar harus melaksanakan bulan ini, karena ini penegasan dari DPP,”jelasnya.
Menanggapi hal tersebut , Ketua tim pengarah Muscab Hanura Makassar Rum Majid mengatakan, pihaknya menolak waktu Muscab yang di berikan DPP. “Kita tidak bisa Muscab di hari itu, karena itu bukan pertandingan domino, tentu harus ada persiapan khusus, ” katanya.
Rum juga menolak sistim aklamasi. “Tidak ada aklamasi, karena berdasarkan aturan partai, pimpinan sidang memiliki wewenang untuk mengklarifikasi calon, dan kami tidak menginginkan aklamasi,”tantangnya.
Di Kota Parepare, Ridwan Rombe akhirnya terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Parepare mengalahkan petahana Sukawati tanpa sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) partai.
Ridwan Rombe ditunjuk langsung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura atas rujukan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Sulsel. Padahal Sukawati yang pertama membangun Hanura di kota Parepare serta berhasil memenuhi 2 kursi di legislatif, yakni Ridwan Rombe dapil Bacukiki dan H Yusuf Nonci dapil Ujung.
Ketua DPC Hanura, H Sukawati kecewa atas tindakan yang dilakukan DPD Hanura Sulsel yang mengarahkan DPP untuk merekomendasikan Ridwan Rombe. dengan menunjuk Ridwan menyalahi ketentuan yang diatur dalam AD-ART.
Sukawai menuding ada skenario dari DPP Hanura dan DPD untuk menggulingkan dirinya selaku ketua.”Itulah saya tidak mau Muscab, karena saya sudah tau jadi ketua itu adalah Ridwan Rombe,”terangnya.
Bukan dirinya saja di kota Parepare mengalami hal sama, 12 kota/kabupaten di Sulsel juga merasakan hal sama dengan cara menyingkirkan pengurus lama, padahal yang lama berjuang membesarkan partai dan pada akhirnya dibuang begitu saja.
Ridwan sendiri mengatakan, apa yang ditetapkan DPP dan DPD itulah yang diikuti, “Saya siap menerima hasil keputusan DPP dan DPD,”ujar Ridwan yang menyatakan siap membesarkan Hanura Parepare (smr/ita/rif/b)