Site icon Berita Kota Makassar

RUBRIK 100 Hari Bupati Adanan Sikapi Kasus Tolak Pasien

GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Puchrita Ichsan mengaku prihatin dengan sistem pelayanan di sejumlah Puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Gowa. Kondisi ini, menurut Adanan kerap menimbulkan polemik, salah satunya kasus penolakan pasien khususnya pasien dari keluarga kurang mampu.
Putra mantan Bupati Gowa dua priode ini mengatakan, masalah pelayanan kesehatan sedianya tidak melenceng dari program kesehatan gratis yang dicanangkan pemerintah sejak 2008 silam. Untuk itu, kata Adanan, Pemkab Gowa ke depan akan membenahi sistem pelayanan kesehatan, khususnya penyediaan fasilitas rawat inap di tingkat Puskesmas.
“Kalau ada paham yang melenceng dari aturan program kesehatan gratis, akan saya luruskan. Program kesehatan gratis ini sudah dilaksanakan sejak 2008 maka itu justru harus lebih disempurnakan, jangan malah ditiadakan. Ke depan kita akan meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas untuk menopang pelayanan di rumah sakit,” ujar Adnan saat menanggapi sejumlah kaksus penolakan pasien, Jumat (19/2) pekan lalu.
Adnan mengatakan, Puskesmas yang belum memberikan layanan perawatan akan diminta untuk memberlakukan layanan perawatan. Bagi puskesmas yang belum memberlakukan sistem rawat inap, akan diberlakukan rawat inap.
“Tidak boleh ada indikasi ada masyarakat yang tidak dilayani. Semua harus mendapatkan pelayanan apapun jenis penyakitnya,” kata mantan legislator Sulsel itu.
Terpisah, Dierktur RSU Syekh Yusuf Gowa, dr H Salahuddin yang dikonfirmasi mengakui jika kapasitas rumah sakit termasuk keterbatasan ruangan dan fasilitas di IGD saat ini memang tidak lagi mampu mengakomodir jumlah masyarakat Gowa. Kemungkinan karena soal itulah sehingga menjadi salah satu alasan dokter kerap kali merujuk pasien ke rumah sakit lainnya di Makassar.
Untuk jumlah tempat tidur di ruang perawatan saat ini, aku dr H Salahuddin, hanya mencapai 200 unit saja. Kapasitas gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga sangat kecil untuk menampung banyak pasien. Termasuk jumlah tenaga perawat di rumah sakit juga terbatas.
“Kami sudah sempat mengusulkan perluasan ruang perawatan dan penambahan tempat tidur sebanyak 20 unit tapi hal itu dinilai belum cukup untuk mengkafer pasien di Gowa. Coba maki bayangkan kalau 700 ribu orang warga Gowa membutuhka layanan rumah sakit sementara kita hanya punya 200 unit tempat tidur, kira-kira bagaimana,” kata direktur.
Dikatakan dr H Salahuddin, agar ke depan pemerintah mulai memikirkan untuk membangun rumah sakit baru. “Saya pikir itu memang perlu untuk membantu RSU Syekh Yusuf karena selama ini kerap kewalahan melayani pasien. Kalau sudah ada rumah sakit penyangga, saya yakin tidak akan ada lagi keluhan atas pelayanan rumah sakit,” kata dia. (sar-ril/b)

Exit mobile version