Site icon Berita Kota Makassar

11 KK Asal Bantaeng Bangun Pemukiman Kumuh

11 KK Asal Bantaeng Bangun Pemukiman Kumuh

JENEPONTO, BKM — Pemukiman kumuh yang dihuni 11 kepala keluarga di Kampung Kuakuala, Desa Pao, Kecamatan Taroang, Kabupaten Jeneponto kini menuai sorotan. Pasalnya, pemukiman ini didominasi oleh warga pendatang asal Kabupaten Bantaeng.
Pemukiman ini terlihat kumuh lantaran hanya dibangun dari material kayu dan hanya beratapkan daun rumbia tanpa penerangan listrik.
Topi, salah seorang warga Bantaneg yang bermukim di wilyah ini mengaku terpaksa pindah dari kampung halamannya di Kampung Onto, Kabupaten Bantaeng lantaran kesulitan mencari pekerjaan.
“Terpaksa mami pak kita pindah, soalnya tidak ada kehidupan disana,” ujar Topi kepada BKM, Senin (22/2).
Meski demikian, Topi mebantah adanya isu muatan politik terkait perpindahaan 11 kepala keluarga dari Bantaneg ke Jeneponto.
“Kami pindah karena kemauan kami sendiri. Tidak ada yang paksa, apa lagi dikaitkan politik. Semata-mata kami hanya mau hidup lebih layak. Disini kami bisa garap lahan tani warga dengan sistem bagi hasil,” ungkap Topi.
Warga lain yang mengaku bernama Masiati mengaku telah menempati lahan tersebut selama tiga tahun. Masiati datang ke kampung ini bersama suami dan dua orang anak. Dia mengaku, keluarganya hanya tinggal di rumah kayu dan beratapkan rumbia tanpa penerangan listrik.
Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar yang dimintai tanggapannya mengaku belum menerima informasi resmi dari pemerintah kecamatan setempat.
“Saya baru dengar itu. Saya belum terima laporannya pak camat” ujar Iksan. (krk-ril/b)

Exit mobile version