MAKASSAR, BKM — Jajaran Polrestabes Makassar selama 22 hari, mulai Februari 2016 berhasil mengungkap kasus begal dengan meingkus 89 orang tersangka. Dari 89 tersangka begal, 2 orang yang berstatus residivis bernitial AA (18) dan UD (18) dilumpuhkan dengan timah panas.
Para tersangka yang terlibat aksi begal meliputi kasus jambret, kasus pencurian sepeda motor ( curanmor), kasus penodongan, kekerasan di jalan raya serta kasus pembobolan rumah.
Selain 89 tesangka, polisi juga berhasil mengamankan dan menyita barang bukti hasil curian dalam kekerasan di jalan raya berupa 25 unit sepeda motor curian (curanmor) berbagai jenis, 1 unit laptop, 8 unit ponsel berbagai merk, 5 bilah sajam, 2 bilah parang, 45 buah anak panah, 2 katapel serta beberapa tas wanita dan dompet.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Rusdi Hartono mengemukakan, diantara 89 tersangka yang terlibat begal sebagian anak di bawah umur, dan sebagian lagi sudah masuk status residivis dalam berbagai kasus kejahatan atau sudah berkali-kali keluar masuk penjara. Tersangka yang diamankan merupakan penangkapan pihak Polsek di Makassar.
Dua tersangka yang dihadiahi timah panas dituding melakukan perlawanan saat ditangkap dan dilakukan pengembangan kasus.
“Mereka terpaksa kita lumpuhkan karena berusaha melarikan diri serta melawan petugas dengan badik dan busur, sehingga anggota sebelum melumpuhkan kaki kanan tersangka lebih dulu anggota memberikan tembakan peringatan ke udara tiga kali ke udaran, namun tersangka tidak mengubris atau tidak menghiraukan, sehingga anggota menembak kaki betis para tersangka,” jelas Kapolrestabes saat melakukan ekspose kasus begal di halaman Mapolrestabes Makasssar, Senin (22/2) pagi.
Para tersangka dalam aksinya, lanjutnya, tidak segan-segan melukai orang dengan menggunakan membusur atau anak panah dan badik menikam pengendara jika melawan dan tidak memenuhi permintaan tersangka.
Sementara Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Burhanuddin meminta masyarakat yang merasa sepeda motornya hilang atau pernah dicuri segera datang ke Mapolrestabes Makassar.
“Silahkan datang cek motor yang sudah diamankan dengan membawa STNK/BPKB untuk dicocokan dengan nomor rangka mesin motor yang diamankan. Jika sesuai dengan nomor mesin dan lainnya segera diambil tanpa dipungut biaya,” tambah Baharuddin.
Do tempat terpisah, satu pelaku begal bernama Ippank Kete dilaporkan meninggal dunia usai menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara lantaran dimassa.
Almarhum sebelumnya tertangkap tangan membegal sepasang suami istri yang baru saja keluar di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di perempatan Jalan Cumi-Cumi dan Pongtiku pada Minggu (21/2) malam.
“Awalnya pelaku berhasil mengambil tas itu sebelum akhirnya terjatuh dan ditangkap lalu jadi bulan-bulanan warga sekitar,” ungkap Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Bontoala, Iptu H Ramli, Senin (22/2).
Dia mengatakan, Pelaku ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka pada bagian alis sebelah kanan, memar bagian muka dan mengalami pendarahan dimulut.
“Saat itu pelaku setelah kami menerima informasi telah tewas pada pagi tadi 05.00, dan kami masih meminta tayangan CCTV dilokasi beserta struk penarikan tunai ATM agar kami bisa mengetahui siapa korbannya itu, sebab korbannya usai mendapat tasnya dia lalu pergi,” katanya.
Ramli menambahkan, hingga Senin sore kemarin jenazah pelaku masih berada di RS Bhayangkara dan belum diambil pihak keluarga.
“Kami belum sempat minta keterangan, pelaku karena saat itu sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Makanya kami belum tahu identitas pelaku,” tandsnya. (ish-jul-ril/b)
89 Begal Dicokok, Dua Residivis Didor..

BKM/CHAIRIL RINGKUS BEGAL -- Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Rusdi Hartono ikut menginterogasi tersangka kasus begal di halaman Mapolrestabses Makassar.