MERASA honor yang didapat jauh lebih besar ketimbang bekerja menjadi pelayan Rumah Makan (RM), Satriyanti (32), warga Jalan Mannuruki yang bergabung menjadi tim survei penghitungan volume lalulintas berharap dapat diangkat menjadi karyawan tetap.
Laporan: Arif Alqadri
SADAR akan usianya yang tidak mudah lagi, Yanti mengaku harus mencari pekerjaan yang dapat menjamin masa depan. Ia mengaku sangat senang bekerja menjadi tim survei atau studi kelayakan dan survei pengambilan data yang dinaungi oleh PT Mitrapacific Consulindo Internasional yang telah ditunjuk oleh PT Bosowa Marga Nusantara (BMN).
Selain karena jam kerja yang ia rasa standar dan santai, honor yang didapat juga terbilang cukup tinggi, yaitu Rp150 ribu per harinya.
“Saya merasa senang kerja jadi tim survei. Apalagi honornya Rp150 ribu setiap hari. Lumayan bisa ditabung untuk masa depan. Saya berharap bisa bekerja disini dalam jangka panjang dan sukses di kerjaan ini,” katanya.
Bekerja menjadi tim survei lalulintas, Yanti –sapaan akrabnya– mengaku meminta izin selama seminggu di tempat dulunya bekerja sebagai pelayanan RM. Ia kemudian bergabung menjadi tim survei untuk menambah penghasilan per harinya. Diapun mendapat dukungan dari orang tua untuk bekerja menjadi tim survei.
”Saya sangat didukung orang tua. Sata diminta untuk selalu berhati-hati selama bekerja. Karena ini jalan raya, banyak kendaraan yang lalulalang yang bisa sewaktu-waktu mengancam keselamatan saya,” ujarnya.
Mata Yanti tetap awas memantau pergerakan seluruh kendaraan yang melintas di depannya. Di tangannya terdapat papan serta kertas data survei yang ada di atasnya. Pada jam-jam tertentu hasil perhitungan dicatat di kertas tersebut. Dari situlah Yanti dan rekan-rekannya mendapatkan honor, yang dihitung per hari. (*/rus/c)
