MAKASSAR, BKM — Selama tahun 2015, PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sulawesi Mandiri mencatat pertumbuhan positif. Untuk penyaluran kredit misalnya, pertumbuhannya mencapai 118 persen dari target. Sedangkan penyerapan Dana Pihak ketiga (DPK), pertumbuhannya sebesar 114 persen.
Seperti diungkapkan Ferdinand Chandra, Kepala Operasioanl BPR Sulawesi Mandiri, melihat pencapaian ditahun 2015, maka ditahun 2016 pihaknya optimis kalau BPR Sulawesi Mandiri kembali akan melampaui target yang diberikan. Untuk tahun 2016 ini, penyaluran kredit ditargetkan sebesar Rp70 miliar dan penyerapan DPK sebesar Rp65 miliar.
”Kendala yang kami hadapi selama ini, selain persaingan dari sesama bank BPR sendiri, juga bank umum sudah banyak yang mengeluarkan produk mikro. Sementara BPR juga bergerak diusaha mikro. Masyarakat juga belum terlalu mengenal BPR. Mereka lebih tahu bank-bank umum yang ada sekarang. Planning kami ke depannya adalah edukasi ke masyarakat supaya masyarakat lebih tahu bank BPR seperti apa,” ungkapnya.
Selain itu, PBR Sulawesi Mandiri juga mengenalkan program terbaru. Di antaranya tabungan SIMPEL yang dikhususkan bagi para pelajar dan kredit super. Hingga saat ini, BPR Sulawesi Mandiri memilki nasabah lebih dari seribu orang dan 600 orang nasabah kredit dengan total aset terhitung per 31 Desember 2015 sebesar Rp74 miliar.
”Tanggal 17 Februari kemarin, kita melauncing peluncuran tabungan Simpel dan perkenalan kredit super juga. Tabungan Simpel khusus untuk pelajar. Tabungan ini bekerjasama dengan sekolah-sekolah. Sedangkan kredit super itu memiliki kelebihan, yaitu tanpa bunga. Pencairan maksimal Rp5 juta khusus untuk pengusaha mikro. Kredit super itu lebih ke masyarakat, seperti pedagang sayur dan kaki lima. Mereka bisa mengajukan kredit sebesar Rp5 juta dengan masa pengembalian maksimal lima bulan,” ujar Ferdinand, kepada BKM di ruang kerjanya, Senin (22/2) kemarin. (ina/mir/b)