MAKASSAR, BKM — Badan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pemberdayaan Masyarakat Pusat Penyuluh dan Pemberdayaan Masyarakat Kementrian Kelautan dan Perikanan memaksimalkan mengenjot potensi perikanan nasional.
Salah satunya dengan melakukan bimbingan teknis (Bimtek) Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) se Sulawesi (Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan) dengan jumlah peserta yang hadir mencapai 228 dari 239 PPB.
Kegiatan yang dilaksanakan di hotel Singgasana, dari Kamis – Sabtu (18-20/2) lalu, juga bertujuan untuk memaksimalkan peran Penyuluh Pertanian Bantu (PPB) dalam memberikan edukasi dan informasi, melakukan pendampingan ke masyarakat mulai dari budi daya hingga panen.
Kepala pusat penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (Kapusluh), Endang Suhaedi mengatakan bahwa keberadaan penyuluh bantu sangat menentukan keberhasilan perikanan di tanah air.
“Posisi penyuluh bantu memiliki peran yang cukup strategis. Pengembangan perikanan nasional sangat bergantung pada penyuluh. Intinya, penyuluh adalah kuncinya,” kata Endang Suhaedi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Sulawesi Selatan yang yang diwakili Sekretarisnya, A. Hairul Anwar juga menegaskan, koordinasi dengan baik antara semua stakeholder harus dilakukan, karena tidak semua persoalan khususnya dilapangan bisa diselesaikan secara personal.”Di lapangan tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Persoalan koordinasi tidak bisa ditinggalkan,” tegasnya.
Lebih jauh, Koordinator (PPB) Sulsel, Asniwati juga mengharapkan agar PPB mendapat perhatian khusus mengingat kerja-kerja PPB tidak mudah.”Kita harapkan agar ada perhatian khusus ke seluruh PPB karena PPB ini merupakan ujung tombak keberhasilan perikanan,” harapnya. (man/war/c)