MAKASSAR, BKM — Kinerja Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar menuai sorotan. Pasalnya, kinerja Dinsos yang semestinya menetibkan aktifitas pengemis dan peminta-minta di lorong belum juga dilakukan.
“Kita merasa terganggu akan aktifitas peminta-minta sumbangan berkedok panti asuhan dan pengemis di lorong. Kita telah memberitahukan mereka, kalau mereka harus melapor ke RW/RT, tetapi tetap diindahkan. Seharusnya ini tugas Pemkot Makassar menertibkan pengemis dan peminta-minta di lorong,” ujar Maryam warga Tamalate II ini, Selasa (23/2).
Maryam menambahkan, rata-rata peminta sumbangan kebanyakan dari kalangan ibu-ibu sambil menggedong anak bayi.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Muh Yunus Said membenarkan jika saat ini, pihaknya memang belum pernah melakukan pemantauan atau operasi anak jalanan (Anjal) atau gepeng didalam lorong. Karena Dinsos Kota Makassar saat ini hanya fokus melakukan operasi di pinggir pinggir jalan.
“Memang kita belum pernah lakukan razia didalam lorong, karena kita cuma fokus dipinggir jalan saja,” kata Yunus, kemarin.
Untuk menertibkan gepeng yang masih bebas berkeliaran ke dalam lorong-lorong, dinsos berharap masyarakat sekitar dapat ikut berperan aktif melaporkan aktifitas gepeng dan pengemis di wilayahnya.
“Sekali lagi saya tekankan, saya memang belum pernah turun operasi gepeng didalam lorong. Jadi saya harap masyarakat juga melaporkan jika menemukan ada gepeng diwilayahnya dengan menghubungi kami, supaya kami bisa turun razia,” tegasnya. (arf/war/c)