Site icon Berita Kota Makassar

Nurdin dan Ichsan Diunggulkan

MAKASSAR, BKM–Dua kandidat Gubernur Sulsel yakni Prof Dr Nurdin Abdullah dan Ichsan Yasin Limpo masih tetap diungulkan menjadi peserta di Pilgub Sulsel 2018 mendatang.
Selain tingkat popularitas dan elektabilitas yang tinggi, keduanya juga memiliki kemampuan dan pengalaman serta jaringin di elit partai politik.
Ichsan yang juga adik kandung Gubernur Syahrul Yasin Limpo ini berpeluang mengendarai Golkar serta parpol lainnya. Demikian pula Nurdin yang juga memiliki peluang yang sama diusung sejumlah parpol seperti PPP, PKS, Hanura dan PBB.
Sementara itu, mantan Kapolda Sulselbar Burhanuddin Andi, Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel La Tinro La Tunrung serta Ketua DPW Partai Nasdem Sulsel, Lutfi A Mutti bersaing mencari dukungan guna meningkatkan elektabilitasnya.
Burhanuddin Andi baru saja mendapat isyarat dari PDIP yang mengontrol 5 kursi di DPRD Sulsel, sementara Gerindra memiliki 11 kursi dan Nasdem 7 kursi juga memiliki peluang yang cukup terbuka.
Pemerhati politik dari Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir menilai kans Ichsan dan Nurdin sama besar.”Kans keduanya untuk bertarung sama besar, termasuk peluangnya untuk mendapatkan dukungan parpol cukup besar,”ujar Suwadi, Selasa (23/2).
Selain itu, La Tinro juga berpeluang membangun koalisi karena sedang menjabat Ketua DPD Gerindra Sulsel. “Posisi Luthfi belum aman meski menjabat ketua DPW Nasdem. Selain elektabilitasnya rendah, mantan Bupati Lutra dua periode ini juga masih harus bersaing dengan Akbar Faisal,”jelas Suwadi. Meski demikian, semuanya dapat berubah karena masih ada waktu untuk membangun pencitraan serta menggalang koalisi parpol.
Dosen politik Unhas, Adi Suryadi Culla memprediksi dua sampai tiga pasangan yang akan bertarung di Pilgub. “Tentu yang berpeluang adalah calon yang memiliki elektabilitas yang tinggi, apalagi bila calon tersebut kuat membangun koalisi parpol,”jelas Adi.
Sementara itu, Nasdem Sulsel terus melakukan gerak cepat, termasuk membangun pencitraan untuk Lutfi jelang Pilgub. Anggota DPR RI ini tengah menggelar Luthfi A Mutty Futsall Competition di Kabupaten Selayar. “Iya saya masih berada di Kabupaten Kepulauan Selayar untuk membuka kegiatan Luthfi A Mutty Futsall Competition,”ujar sekretaris DPW Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrif kemarin.

Nurdin : Pemimpin Tak Boleh Anti Kritik

Nurdin Abdullah mengaku sudah siap jika masyarakat menginginkannya tampil memimpin Sulsel kedepan. “Inikan masa pak Syahrul yang segera berakhir. Saya kira kita semua putra putri Sulsel harus menyiapkan diri. Karna apa yang sudah dilakukan gubernur sesuatu yang sangat baik. Tinggal sekarang adalal jangan mundur. Kita harus lanjutkan bahkan harus lebih baik,”ujar Nurdin seusai menghadiri sosialisasi United States Agency For Internasional Development/Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika (USAID) Indonesia di Hotel Clarion, Selasa (23/2).
Menurutnya, apakah dirinya akan menjadi Gubernur atau kandidat lain, hal itu harus diserahkan kepada rakyat. Namun dibalik pertarungan menjadi nomor satu di Sulsel, seluruh kandidat tetap menjaga tali persaudaraan. “Tinggal sekarang kuncinya. Jangan sampai kita kehilangan orang-orang terbaik hanya persoalan ambisi. Jadi kita ini harus betul-betul lebih santun. Kita lebih sipakkatau, sipakainga dan sipakalebbi. Karna ini kan tanggung jawab dan ini adalah amanah, ” jelasnya.
Menurutnya, menjadi Gubernur untuk di Sulsel bukan persoalan mau atau memiliki modal. Dengan kondisi yang dihadapi Indonesia saat ini, kandidat yang maju harus orang-orang yang berkompoten dan memiliki keterampilan yang luar biasa. “Kalau kita menjadi gubernur lebih banyak dapat masalah dari pada manfaat pribadi, karna kita ini belum masuk negara maju. Kita masih masuk dalam negara berkembang yang harus dikelola orang-orang trampil, orang bertangan dingin, orang yang mau berkomunikasi, itu yang dibutuhkan karena kemampuan kita ini tebatas, ” jelasnya.
Selain itu, pemimpin itu tidak boleh anti kritik.” Jadi kita harus cari pemimpin yang mau mendengar, mau dikritik, dan yang paling penting pemimpin itu tidak boleh berharap sesuatu yang enak,” pungkasnya. (ita/rif/b)

Exit mobile version