BEBERAPA bulan terakhir, desainer andal Sulsel Ida Noer Haris disibukkan dengan kegiatan merancang busana yang menonjolkan corak khas kekayaan Sulsel. Busana-busana yang dirancang dan diproduksi itu rencananya akan ditampilkan pada pameran
Indonesian Fashion Week, suatu pagelaran akbar yang menampilkan karya-karya spektakuler para desainer andal Indonesia dan dari luar negeri.
Bersama enam desainer lain yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) Sulsel, Ida
akan memperkenalkan keunikan dan kekhasan kain tenun Toraja.
Ketua Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) Sulsel, itu merasa punya kewajiban untuk memperkenalkan kekayaan dan kekhasan tenun dari berbagai daerah yang ada di Sulsel.
Dengan ide dan kreatifitas mendesain busana yang menonjolkan keunikan tenun daerah, namun tetap kekinian, Ida berharap bisa menembus pasar mode Indonesia. Sekaligus memperkenalkan kekhasan serta aneka corak ragam tenun dari berbagai daerah di provinsi ini.
Ini untuk pertama kalinya Ida ikut dalam Indonesian Fashion Week. Tema yang akan diusung pada perhelatan akbar para desainer seantero tanah air itu adalah Toraja Wonder Land dan Celebes Bahari.
“Kegiatannya akan berlangsung 10 hingga 13 Maret mendatang,” jelasnya pada sebuah bincang-bincang santai dengan BKM.
Ipar gubernur Sulsel itu, mengaku khawatir kain tenun khas Sulsel yang kaya corak dan ragam bisa dicaplok daerah lain.
“Sejauh ini, daerah lain sudah ada yang menjiplak salah satu motif dan corak kain tenun tradisional asal Lagoosi di Kabupaten Wajo,” jelasnya.
Wanita berparas manis yang juga Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Sulsel itu mengatakan, para desainer yang ikut Indonesian Fashion Week akan memamerkan minimal 15 karyanya. Tak muluk-muluk, dia menargetkan karya atau rancangannya bisa lebih dikenal di tanah air melalui even tersebut.
Selama ini, katanya, wisatawan baik lokal maupun mancanegara lebih mengenal kekayaan budaya dan keindahan obyek wisata di Tana Toraja.
“Belum banyak yang tahu jika Tana Toraja juga punya kain tenun yang unik dan berkualitas,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, ke depan APPMI akan bersinergi dengan para penenun tradisional untuk menghasilkan produk kain yang lebih menarik, variatif, dan bernilai juga tinggi. (rhm/rus/c)
Promosikan Kain Tenun

IST Ida Noer Haris