SINJAI, BKM — Pemkab Sinjai dan Muspida menggelar rapat pembahasan kelangsungan hidup eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di ruang kerja Wakil Bupati Sinjai, Selasa (23/2). Rapat dihadiri Wabup Sinjai, A Fajar Yanwar, Sekkab Tayyeb A Mappasere, Ketua DPRD Sinjai, Abd Haris Umar, Dandim 1424 Sinjai, Letkol Inf. Maskun Nafik, Wakapolres Sinjai, Kompol Ade Noho, Kasi Intel Kejari, Parawansa, Ketua MUI, Asisten I, Asisten III, Kabag Tata Usaha Depag, Roslan, Tokoh agama.
Pembahasan eks anggota Gafatar dimulai pukul 11.00 Wita dan telah mendapatkan solusi jika ke 18 eks Gafatar akan diserahkan kembali kepada keluarganya, sedangkan satu orang lainnya yakni Anwar yang merupakan pimpinan belasan anggota gafatar tersebut sementara mereka ditampung di Balai Latihan Kerja (BLK) Sinjai.
Namun sebelum itu mereka terlebih dahulu dibuatkan KTP, lalu di Islamkan kembali dan diserahkan ke keluarga masing-masing.
Sekkab Sinjai, Tayyeb A Mappasere mengatakan mereka akan dikembalikan ke keluarganya. ” Dikembalikan dulu dan bersosialisasi, karna kalau di simpan terus banyak yang berfikiran macam-macam, mereka dikembalikan dulu di kampung untuk bekerja dengan tenang dulu, karna mereka ingin mencoba mencari nafkah,” terannya.
Sebagai pemerintah, harus mengupayakan mengislamkan mereka terlebih dahulu, dan tetap dipantau dan memberikan kepastian bagi penduduk lainnya bahwa mereka sudah insyaf.
Sementara Kepala Dusun Aruhu, Muh Fajri mengungkapkan lahan mereka sudah habis dijual, dan hingga kini masih banyak masyarakat yang belum mau menerima.
” Bagaimana caranya saat ini lahan mereka sudah habis mereka jual, dan masyarakat juga masih banyak yang belum mau menerima kehadiran mereka,” ungkapnya. (din/C)