JENEPONTO, BKM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jeneponto menjadi salah satu SKPD terbesar dalam hal penyerapan APBD tahun 2016, diaman nilai anggaran yang diusulkan mencapai Rp74 miliar.
Besarnya alokasi anggaran Dinkes Jeneponto diharapkan dapat meningkatkan sistem pelayanaan kesehatan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Jeneponto, Muh Kasmin di acara Forum SKPD yang berlangsung di aula Assifa kantor Dinkes, Jalan Kesehatan, Kecamatan Bontosunggu, Rabu (24/2).
“Dinkes menjadi pionir dalam masalah kesehatan. Makanya DPRD Jeneponto menyetejui usulan anggaran Dinkes sebesar Rp74 miliar, guna memberi pelayanan prima kepada masyarakat,” kata Muh Kasim.
Kasim juga meminta, Dinkes dan Rumah Sakit Umum Daerah Lanto Daeng Pasewang (RSUD-LDP) berjalan sinergi demi peningkatan pelayanan kesahatan di rumah sakit tersebut.
“Direktur RSUD dan Dinkes Jeneponto sepertinya jalan sendiri-sendiri. Perlu ada sinergitas. Saya miris melihat pelayanan kesehatan di rumah sakit kita karena tak semewah gedungnya,” kata Muh Kasmin.
Sementara Kadis Kesehatan, dr Syafruddin menjelaskan, sejak tahun 2015, Kabupaten Jeneponto sudah keluar dari persoalan kesehatan dengan sentuhan program 115, dengan sistem jemput pasien di rumah, merawat dan memelihara kesehatan masyarakat.
“Program ini sudah menjadi acuan beberapa daerah bukan saja di Sulsel, tapi sudah menjadi acuan di Kementerian Kesehatan RI,” jelas dr Syafruddin.
Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar yang hadir membuka acara Forum SKPD Dinkes menagapi serius persoalan fasilitas di RSUD LDP Jeneponto.
“Memang perlu dibenahi managemennya, karena setiap hari ada saja pasien yang dirujuk ke Makassar. Perlu dipikirkan formulanya,” kata Iksan. (krk-ril/c)