Site icon Berita Kota Makassar

Dua Istri Polisi Dibegal

MAKASSAR, BKM — Dua orang istri anggota polisi masing-masing, Syarifah serta Andriani menjadi korban aksi begal. Syarifah tercatat sebagai anggota Bhayangkari Polsek Mamajang. Sementara Andriani dari Bhyangkari Polsek Tamalanrea.
Keduanya dibegal saat berboncengan sepeda motor di depan SPBU Jalan Ratulangi, Rabu (24/2) sekira pukul 10.30 Wita. Akibat peristiwa ini, kedua korban mengalami luka lecet pada bagian tangan dan kaki setelah terjatuh dari sepeda motor. Pelaku yang berjumlah dua orang berboncengan sepeda motor menyerempet sepeda motor korban dari arah belakang. Kedua korban kemudian terjatuh karena berusaha mempertahankan tas yang dirampas pelaku.
Kapolsek Mamajang, Kompol Mihardi membenarkan kejadian ini. Menurut Mihardi, pelaku gagal merampas tas korban karena saat itu korban bertahan hingga terjatuh. Adapun kedua korban saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara akibat luka-luka.
“Satu pelaku menarik tas dari tangan ibu Andriani sehingga kaget dan terjadi saling tarik. Akibatnya korban terjatuh dari motor. Kedua pelaku langsung melarikan diri dengan tangan kosong. Ibu Andriani posisinya dibelakang. Sedangkan ibu Syarifah yang mengemudi motor,” jelas Kapolsek.
Meski demikian, Mihardi mengaku telah mengarahkan laporan korban ke Polsek Mariso mengingat lokasi kejadian masuk di wilayah hukum Polsek Mariso.
Di tempat terpisah, pihak Polrestabes Makassar, TNI, Kejaksaan Negeri, Pemkot, tokoh agama dan pemuda se Makassar duduk satu meja membahas antisipasi aksi begal yang kembali marak di Makassar.
Rapat koordinasi yang dipimpin Wakapolrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait di aula lantai II Polrestabes Makassar, Rabu (24/2).
Wakapolrestabes Makassar mengajak kepada tokoh agama ormas pemuda dan masyarakat Makassar ikut memerangi aksi begal dengan intens melakukan patroli di wilayah masing-masing.
Selain itu, Hotman Sirait meminta adanya pemasangan CCTV di lokasi-lokasi rawan aksi kejahatan, seperti di minimaret serta tempat umum lainnya. Tujuannya untuk memudahkan pihak kepolisian dalam melakukan identivikasi pelaku begal.
Hotman juga memaparkan progres pengungkapan kasus begal di makassar selama dua bulan pertama tahun 2016.
“Sejak Januari hingga minggu ketiga Februari 2016 kami telah meringkus 242 orang pelaku begal. Selain itu, kami amankan 323 buah anak panah atau busur, 83 buah katapel, 84 badik, dan 72 unit sepeda motor, serta 31 buah unit laptop. Mereka yang diciduk berasak dari 113 kasus, 37 kasus masih lidik dan 76 kasus sudah disidik,” papar Hotman. (jul-ish-ril/b)

Exit mobile version