Site icon Berita Kota Makassar

SYL: Jangan Mutasi Pejabat Seenaknya

MAKASSAR, BKM — Serah terima jabatan dari pelaksana bupati ke bupati terpilih di sejumlah kabupaten mulai bergulir. Hampir bisa dipastikan, dengan nakhoda baru gerbong mutasi akan bergulir.
Menyikapi fenomena itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mewanti-wanti para kepala daerah tidak membangun dendam dalam menempatkan seorang pejabat dalam posisi tertentu.
Orang nomor satu di Sulsel itu menjelaskan, sekarang ada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan panitia seleksi. Otomatis, untuk mengisi sebuah posisi jabatan, harus melalui mekanisme lelang jabatan. Jadi bupati tidak boleh seenaknya menempatkan seseorang pada sebuah jabatan.
“Pilkada tidak boleh membangun dendam. Jangan karena bukan pendukung, seorang pejabat diganti seenaknya,” ungkapnya usai menyaksikan serah terima jabatan (Sertijab) Bupati/Wakil Bupati Pangkep, Rabu (24/2).
Dia menekankan, pemerintahan harus profesional dan melalui mekanisme yang telah diatur dalam undang-undang.
Syahrul berjanji akan mengawal dan menjaga agar pemerintahan tidak diciderai persoalan politik atau dukung mendukung pada saat pilkada berlangsung.
Di Pangkep, gubernur meminta agar Bupati dan Wakil Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid dan Syahban Sammana, merangkul kandidat lain yang kalah saat Pilkada Pangkep lalu. Menurut Syahrul, sudah saatnya semua duduk bersama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Pangkep.
“Masalah Pilkada sudah selesai, jangan lagi ada yang menyambung-nyambung masalah. Sekarang saatnya duduk bersama untuk Pangkep yang lebih baik,” kata Syahrul.
Dia menuturkan, perjalanan memakmurkan rakyat tidak mudah. Namun, jika pemerintahan dan masyarakat Pangkep mampu bersinergi dan saling mendukung, maka kesejahteraan rakyat bisa lebih baik.
“Bupati dan wakil bupati bertanggungjawab terhadap kehidupan rakyat lima tahun ke depan. Tantangannya berat, susah menjadi bupati dan wakil bupati. Tapi, kita harus mampu menjawab tantangan itu,” terangnya.
Ia juga mengingatkan agar Pemerintah Kabupaten Pangkep mengantisipasi adanya tanda-tanda gerakan radikalisme dan terorisme. Suasana kondusif menjadi penentu perekonomian sebuah daerah.
“Peran pemerintahan harus berjalan baik. Tidak ada negara yang baik tanpa pemerintahan yang baik. Rakyat tidak akan sejahtera tanpa pemerintahan yang baik,” tegasnya.
Syahrul meminta agar Bupati dan Wakil Bupati Pangkep memfokuskan perhatian mereka kepada masyarakat yang ada di kepulauan. Khususnya terkait kebutuhan pangan, air bersih, listrik, hingga infrastruktur.
Gubernur dua periode ini tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Penjabat Bupati Pangkep Ruslan Abu, yang telah menjalankan tugasnya dengan baik menjalankan roda pemerintahan di Pangkep selama beberapa bulan.
Sementara itu, di pada serah terima jabatan di Kabupaten Maros, Syahrul mengingatkan bupati terpilih jika di periode kedua ini, tentunya tantangan dan tuntutan masyarakat semakin besar. Pemerintah harus menjawab tantangan tersebut,” ujarnya
Ia juga mengingatkan agar bupati dan wakil bupati menjalankan tugas-tugas pemerintahan dengan baik, memenuhi segala kebutuhan rakyat. Tugas pemerintah adalah menjaga ketertiban dan keteraturan dalam masyarakat, melayani masyarakat dan tidak meladeni dirinya sendiri, dan memberikan ruang kreatifitas bagi masyarakat.
Hatta Rahman dan Harmil Mattotorang diminta untuk mempertajam arah pembangunan. Sebagai pemimpin, mereka juga harus mampu membagi tugas dengan baik dan tidak pilih kasih berlebihan. Mengefektifkan gerakan dan mengefesiensi anggaran, administrasi harus baik dan jangan keluar dari aturan.(rhm/war/b)

Exit mobile version