Site icon Berita Kota Makassar

Warga Lonrong Demo PDAM

BANTAENG, BKM — Warga Desa Lonrong menggelar unjukrasa di depan kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bantaeng, Kamis (25/2). Mereka menuntut Bupati Bantaeng mencopot Direktur PDAM A Nurjaya.
Perwakilan warga Syaiful dan Ardiansyah dalam orasinya mengaku, warga Lonrong sudah lima bulan tidak menikmati air bersih. Padahal, air bersih yang dinikmati pelanggan PDAM melintas di Lonrong.
Korlap aksi Hatta tidak habis pikir kenapa bisa air bersih tidak terdistribusi di desanya. “Kami pertanyakan kenapa air bersih tidak bisa dinikmati pelanggan di Lonrong. Kok, cuma numpang lewat saja”, tandas Hatta.
Tak terima tuntutan pencopotan, Nurjaya menemui pendemo. Dia menjelaskan bahwa dirinya baru dua bulan menjabat sebagai Direktur. “Saya baru dua bulan menjabat”, katanya.
Usai menemui dan meminjam microfon pendemo lalu memberikan penjelasan singkat, Nurjaya mempersilakan mereka masuk ruangan kantor PDAM.
Kepada warga Nurjaya menjelaskan sebenarnya yang terjadi sehingga air bersih tidak dinikmati warga Lonrong. Sejumlah warga bergantian memotong pembicaraan Nurjaya. Mereka meminta supaya pembicaraan tidak melebar, langsung saja masuk ke inti permasalahan.
Melihat warga tidak sabaran, Nurjaya menjelaskan bahwa penyebab utama sehingga air bersih tidak terdistribusi adalah adanya penyumbatan pada pipa induk dan beberapa pipa lainnya. Nurjaya memperlihatkan barang bukti yang menyumbat pipa PDAM, yakni berupa potongan kayu, pakaian dalam perempuan, popok bayi dan lain-lain.
“Ini yang menyumbat pipa kami. Sebagian barang bukti ini sudah kami serahkan ke DPRD”, jelasnya.
Dia juga memaparkan bahwa petugas lapangannya kewalahan mencari titik sumbatan. Sebab pipa PDAM berada di bawah tanah. “Kami kesulitan menemukan titik sumbatan karena pipa kami tertanam di dalam tanah”, urainya.
“Kami berikan ultimatum 10 hari. Kalau tidak, kami akan membobol pipa induk”, tantangnya.
Nurjaya tidak terima. Dia mengatakan, bahwa masalah ini tidak sama menggigit cabe. “Kalau cabe digigit, langsung terasa pedisnya. Yang pasti, kami segera akan mengatasi masalah tersebut, tapi tidak bisa memenuhi ultimatum anda”, cetusnya.
Direktur lalu memanggil pasukan khusus dan Direktur Tekninya. “Pasukan khusus dan Direktur Teknik, saya perintahkan, serbu Lonrong”, tegasnya. (wam/C)

Exit mobile version