MAKASSAR, BKM — Ketua Umum Kosgoro 1957 HR Agung Laksono mengaku kagum dengan idealisme SYL sebagai calon ketua umum Golkar. Prestasi SYL sebagai Gubernur Sulsel sekaligus Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), membuktikan jika ia bukan hanya sekadar tokoh di daerah, tapi telah menjadi tokoh nasional.
“Pak SYL ini calon ketua umum Golkar. Dia bukan lagi tokoh daerah, tapi juga tokoh nasional,” kata Agung pada Dialog Kebangsaan Peran Kosgoro Dalam Memperkuat Deradikalisasi dan Ancaman Terorisme, di Balai Prajurit M Jusuf Makassar, Jumat (26/2).
Terkait pelaksanaan dialog kebangsaan tersebut, kata Agung , merupakan bukti nyata bahwa Kosgoro sangat sensitif terhadap isu-isu kebangsaan.
Menurutnya, saat ini ancaman terbesar bagi bangsa adalah adanya gerakan radikalisme dan terorisme. Ada kelompok-kelompok yang berusaha memaksakan kehendak dengan segala cara dan menggunakan cara teror untuk mencapai tujuan.
“Radikalisme dan terorisme merupakan ancaman nyata yang harus direspon dengan sungguh-sungguh. Kosgoro siap bermitra untuk memerangi terorisme,” ujarnya.
Ia mengatakan, Indonesia merupakan bangsa yang majemuk, namun itu adalah kekayaan dan kekuatan bangsa. Sejauh ini, pemerintahan Jokowi-JK mampu mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi pergerakan terorisme. “Negara harus lebih kuat dan perkasa untuk mengatasi terorisme dan radikalisme. Kosgoro siap melawan terorisme,” tegasnya.
Ketua Kosgoro 1957 Sulsel, SYL menegaskan dirinya maju sebagai calon ketua umum Golkar untuk melihat Indonesia dengan segala potensi yang dimilikinya jauh lebih baik. “Terima kasih Pak Agung Laksono, Kosgoro memilih Sulsel untuk menggelar kegiatan nasional seperti ini. Hal ini merupakan penghargaan dan kami tidak akan sia-siakan,” kata SYL.
Ia menyatakan, negara Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa. Khususnya di Kawasan Timur Indonesia. Potensi pertanian, kelautan, perikanan, perkebunan, kehutanan, hingga pertambangan ada di Kawasan Timur Indonesia. Namun, tidak ada negara yang baik tanpa kedamaian, ketentraman, dan keteraturan.
“Jangan biarkan terorisme menghancurkan apa yang kita miliki. Kalau Kosgoro konsisten mengawal rakyat itu karena ideologi Kosgoro, Golkar, sama dengan ideologi negara. Kita jaga Golkar agar golkar tidak keluar dari patron pengabdian, kerakyatan, dan solidaritas. Jika ini bisa dilakukan, maka Indonesia akan mengalahkan negara-negara lain,” ujarnya.
Sedangkan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengatakan, ancaman nyata bagi bangsa sekarang ini adalah terorisme dan radikalisme. Perkembangannya meningkat cukup signifikan baik modus, kuantitas maupun kualitasnya.
“Gerakan radikalisme dan terorisme ini memanfaatkan ideologi dan agama sebagai pintu masuk, sehingga merusak sendi kehidupan bangsa,” ungkapnya.
Turut hadir dalam dialog ini, Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI. Sedangkan peserta dialog kebangsaan berkisar 1.500 orang, terdiri dari pengurus Kosgoro dari seluruh Indonesia. Seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Papua Barat, Jawa, Bali, dan lainnya.
Sementara itu, sejumlah tokoh disebut berada di belakang SYL sebagai kandidat ketua umum partai berlambang pohon beringin rindang ini jelang Munaslub. Mereka diantaranya Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, BJ Habibie, Menkopolhukan Luhut Binsar Panjaitan, Agung Laksono, hingga Mendagri Tjahjo Kumolo.
Sumber yang minta namanya tidak ditulis menyebutkan alasan kedekatan Jokowi dengan SYL dalam berbagai pertemuan. Termasuk sebelum SYL ke Solo untuk bersilaturahmi.
Masuknya nama JK, lantaran Aksa Mahmud bersama putranya Erwin Aksa ikut terlibat dalam konsolidasi serta sosialisasi SYL sebagai caketum Golkar dengan memfasilitasi lokasi acara di hotel milik Aksa.
Adapun Habibie sudah sejak awal meminta agar SYL ikut berkompetisi. Adapun Luhut dan Agung Laksono sudah memberikan suppor kepada Komandan untuk ikut berkompetisi. “Adapun Tjahjo Kumolo memiliki hubungan emosional dengan SYL saat Tjahjo menjabat Ketua Umum DPP AMPI, sementara SYL menjabat Ketua AMPI Sulsel,” ujar sumber tersebut.
Ketua Tim SYL Golkar 1, HM Roem tidak menampik adanya sejumlah elit pusat yang cukup dekat dengan sang Komandan. “Saya pikir para tokoh yang berada di belakang Pak Syahrul itu wajar saja. Selain karena posisinya adalah gubernur, beliau juga ketua APPSI,” ujar Roem yang juga Wakil Ketua Golkar Sulsel.
Ketua DPRD Sulsel ini optimistis jika tokoh yang berada di barisan SYL akan semakin bertambah. Itu karena konsep dan visi misi Syahrul diterima dengan baik.
Meski begitu, target untuk menghadirkan tiga ratusan delegasi atau pemilik suara di Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada konsolidasi di Makassar, tidak tercapai. Hingga berita ini ditulis, tim pemenangan Syahrul Yasin Limpo (SYL) for Golkar 1 hanya menghadirkan 240 dari 560 pemilik suara di Munaslub yang akan digelar di Jakarta, April mendatang.
Meski target yang hadir tak sampai 50 persen, namun SYL tetap optimis ikut bertarung di Munaslub mendatang.
Informasi terbaru yang diperoleh tadi malam, SYL dijadwalkan menyampaikan visi dan misi bakal calon ketum Golkar di Hotel Discovery Ancol Jakarta Utara, Sabtu malam (27/2) ini pukul 20.00 Wita. (ita-jun/rus/b)
Agung Akui SYL Tokoh Nasional
