PENYELENGGARAAN Pemerintahan periode 2013-2018 Sabirin Yahya,SSos dan HA Fajar Yanwar,SE telah sampai pada separuh perjalanan. Dalam rentang waktu dua tahun lebih perjalanan pemerintahan dan pembangunan daerah di periode 2016 ini, telah tercatat banyak kemajuan. Banyak pula harapan yang telah berhasil diwujudkan.
Laporan: Muh Syahidin
BUPATI Sinjai H Sabirin Yahya mengatakan, pada saat bersamaan disadari bahwa permasalahan masih selalu ada dan membentang,.Tak tantangan yang masih harus ditaklukkan.
”Yang pasti, kita semua harus optimis bahwa dengan semangat kebersamaan, semangat Assijai’na to SinjaiE, Insya Allah semua permasalahan dan tantangan akan dapat kita atasi dengan baik,” ujarnya.
Jika melihat perkembangan indikator makro ekonomi daerah, kata Sabirin, kita patut bersyukur. Sebab sejumlah kemajuan telah berhasil capai. Dia merinci, laju pertumbuhan ekonomi tetap berada pada 7,89 persen atau berada di atas rata-rata nasional. PDRB perkapita meningkat dari Rp23,84 juta pada tahun 2013 menjadi Rp27,41 juta pada tahun 2014. Demikian pula APBD, meningkat tajam dari Rp655 miliar pada tahun 2013 menjadi Rp1,1 triliun pada tahun 2016. Membaiknya indikator makro ekonomi itu, memberikan optimisme bahwa arah kebijakan pembangunan daerah telah berada dalam koridor yang tepat.
”Di Hari Jadi Sinjai ini, kita patut bersyukur dan berbangga. Sebab upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih, listrik, infrastruktur jalan dan jembatan, serta irigasi yang menjadi prioritas kita, secara simultan telah berjalan dan sebagian telah berhasil diselesaikan,” terangnya.
Sabirin menyebut, proyek air bersih dari air baku Balantieng Sinjai Borong yang dimulai 2015, telah berhasil menyelesaikan pembangunan tahap pertama berupa bendung air, bak penjernihan serta pemasangan pipa sepanjang 9 km dari total target 45 km. Proyek senilai Rp220 miliar, pada tahun ini akan dilanjutkan dengan pemasangan pipa sepanjang 11 km untuk Sinjai Selatan dan Tellu LimpoE.
”Insya Allah, sisanya akan dilaksanakan pada tahun 2017 untuk wilayah Sinjai Timur dan Sinjai Utara,” ujarnya lagi.
Sabirin menambahkan, harapan masyarakat Sinjai untuk mendapatkan energi listrik, terutama di pulau dan di tempat terpencil, juga telah berhasil diwujudkan. Jaringan PLN berhasil ditambah sepanjang 60 km di 8 kecamatan, dengan fokus di daerah yang selama ini belum terjangkau aliran listrik.
Jaringan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat berhasil dibangun bangun di Desa Pulau Harapan. Ini berarti tiga dari empat desa di Pulau Sembilan, kini telah terang benderang teraliri listrik PLTS. ”Kebahagiaan lain di Hari Jadi Sinjai ini, adalah kita berhasil membangun jalan hotmix sepanjang 14,92 km yang menghubungkan antara Kecamatan Bulupoddo dan Sinjai Tengah, dan 18,43 km yang menghubungkan antara Sinjai Selatan dan Sinjai Timur. Pembangunan jalan hotmix di Sinjai Borong, juga berhasil kita rampungkan pada poros Pasir Putih – Bonto Tangnga. Di Sinjai Selatan kita berhasil menyelesaikan poros Sangiasseri-Palangka. Insya Allah pada tahun 2016 ini, poros Sinjai Selatan-Sinjai Borong akan dapat kita selesaikan,” jelasnya.
Selain itu, pembangunan infrastruktur berupa jaringan irigasi sepanjang 16,3 km dengan anggaran Rp24,8 miliar lebih dan rehabilitasi terhadap 23 daerah irigasi berhasil diselesaikan dengan dana Rp3,3 miliar.
Pemkab Sinjai juga mendorong kemajuan desa dan merupakan tekad yang tidak pernah surut. Di tahun 2016 ini, dari dana APBD Kabupaten Sinjai, diserahkan dana kepada desa sebesar Rp106,75 miliar lebih, yang terdiri dari Rp63 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Sinjai, serta Rp43 miliar dari dana desa yang bersumber dari APBN. Dengan kebijakan ini, desa memperoleh kesempatan besar untuk dapat merealisasikan kebutuhan dan harapan masayarakat akan pembangunan di wilayahnya masing-masing.
Aktivitas pemberdayaan masyarakat dilakukan di segala bidang. Dalam program PNPM, pada kawasan strategis kabupaten, dengan dana Rp4 miliar, nilai keswadayaan masyarakat terhadap paket yang sudah dilaksanakan senilai Rp989 juta lebih, atau mencapai 24,74 persen. Aset dana bergulir simpan pinjam khusus perempuan, meningkat dari Rp2 miliar menjadi Rp 4,4 miliar lebih.
Menurut Sabirin, harapan besar rakyat Sinjai untuk penataan wajah ibukota telah dimulai. Namun demikian, agar pembangunan kota lebih terencana dan baik, maka bersama DPRD, Perda Rencana Detail Tata Ruang Kota telah berhasil dirampungkan di akhir tahun 2015.
Selanjutnya, pada tahun 2016 ini akan diselesaikan terlebih dahulu masterplan (desain) ibukota Sinjai. Diharapka tahun 2017 realisasi fisik akan mulai tampak.
”Pembangunan Kota Sinjai yang sedang dalam proses adalah rencana besar kita menata dan membangun kawasan wisata kuliner di jalan lingkar luar sepanjang 1,5 km di pesisir Lappa. Pembangunan trotoar jalan juga sudah kita mulai di sembilan ruas jalan. Pasar Sentral yang belasan tahun tidak tertata dan kumuh berhasil kita tata dan tertibkan. Pembangunan Islamic Centre di Tanasang tetap kita lanjutkan. Proses pembebasan lahan untuk lokasi pembangunan landmark Tugu Sinjai kini telah dan sedang berjalan. Peningkatan kualitas jalan di sejumlah ruas dalam kota juga sementara dalam proses penyelesaian,” jelasnya.
Dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat, telah dilaksanakan sejumlah program kegiatan pada pertanian tanaman pangan, melalui peningkatan sarana dan prasarana pertanian berupa pengembangan dan perbaikan irigasi, pembangunan cekdam dan jalan usaha tani.
Peningkatan infrastruktur ini telah mampu meningkatkan produktifitas padi dari 5,2 ton menjadi 5,7 ton per hektar. Upaya tersebut telah mampu meningkatkan produksi padi sebesar 6,6 persen dari 120 ribu ton lebih pada tahun 2014 menjadi 128 ribu ton lebih pada tahun 2015.
Untuk sektor perkebunan telah dilakukan peremajaan terhadap berbagai komoditas perkebunan andalan Sinjai, seperti lada, kakao dan pala. Pada bidang kelautan dan perikanan, telah diberikan bantuan sarana dan prasarana penangkapan ikan, cold storage, rumpon serta fish finder. Peralatan tersebut diserahkan kepada sekitar 50 kelompok atau sekitar 750 orang.
Pada bidang peternakan, pengembangan Ayam Kampung Unggul Sinjai (AKUSI) sangat diminati masyarakat. Sebab AKUSI sangat nyata meningkatkan pendapatan peternak.
Untuk menjaga kelestarian hutan, juga telah dilakukan upaya dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Jika dulu pal batas hutan dibuat dari tiang beton, pada tahun 2015 dilakukan dengan penanaman tanaman spesifik dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan dalam pengawasan, pemeliharaan dan pemanfaatan hasilnya.
Dalam upaya peningkatan kualitas hidup, pendidikan gratis, pemberian beasiswa kepada siswa berprestasi dan bantuan SPP bagi mahasiswa, tetap dilanjutkan. Untuk peningkatan kesehatan telah dilakukan dengan melakukan penataan, baik sarana prasarana maupun peningkatan SDM dan mutu pelayanan, melalui proses akreditasi mulai dari pustu, puskesmas sampai di tingkat rumah sakit. Pada tahun 2016 juga mulai dilakukan upaya untuk peningkatan status Puskesmas Samaenre menjadi Rumah Sakit Pratama.
Prestasi sebagai hasil dari kerja keras seluruh elemen masyarakat telah mengantar Sinjai memperoleh pengakuan dalam bentuk Penghargaan dari berbagai Pihak. Dalam kurun waktu satu tahun, setidaknya ada 30 jenis penghargaan berhasil diraih.
Pada tingkat nasional, tahun 2015 diperoleh penghargaan Swasti Saba Padapa sebagai penghargaan Kabupaten Sehat dari Menteri Kesehatan RI, Wahana Tata Nugraha dari Kementerian Perhubungan, Adi Bakti Tani dan penghargaan Adi Praja Satwa Sewaka dari Menteri Pertanian, Penghargaan Kabupaten Peduli HAM dari Menteri Hukum dan HAM yang diraih untuk ketiga kalinya.
Ada pula penghargan dari Menteri Koperasi UKM atas Prestasi Percepatan Penerbitan Usaha Mikro dan Kecil, penghargaan dari Menteri PAN dan RB atas inovasi pelayanan publik bidang pendidikan dalam bentuk pengembangan sistem informasi Pemetaan Pendidikan.
Selain itu, di tingkat provinsi sejumlah penghargaan juga telah diraih. Antara lain sebagai pemenang kategori khusus daerah dengan terobosan pelayanan perizinan dari FIPO, juara tiga dalam lomba Pembangunan Desa Tingkat Provinsi, penghargaan dari Gubernur dalam upaya akselerasi pembangunan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana.
Diakui, sejumlah kemajuan dan prestasi yang dicapai sepanjang tahun 2015 tidak terlepas dari dukungan dan bantuan Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. ”Untuk itu, atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sinjai saya menghaturkan terima kasih. Dukungan dan bantuan Bapak Gubernur dan jajarannya tetap kami harapkan terutama dalam mendukung Kabupaten Sinjai dalam mengakselerasi harapan-harapan pembangunan guna mewujudkan Sinjai yang Lebih Baik, sesuai dengan Tema Hari Sinjai yang ke-452, Pemerintah Kabupaten Sinjai mengajak seluruh komponen pemerintah Kabupaten Sinjai dan seluruh masyarakat untuk selalu berupaya bekerja lebih keras untuk membawa Sinjai ke arah yang lebih baik,” terangnya.
Tantangan ke depan, tambah Sabirin, akan semakin besar. Sebab kita telah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sarat peluang dan tantangan.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dengan segala implikasinya sudah harus diimplementasikan tahun ini. Sejumlah aturan pemerintah pusat juga harus segera disikapi.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sinjai mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat untuk bersama-sama menuju Sinjai lebih baik, menjadikan hambatan sebagai kekuatan dan tantangan sebagai peluang.
”Saya yakin dan percaya bahwa dengan kebersamaan sebagai masyarakat Sinjai, langkah akan semakin ringan dan segala harapan akan menjadi kenyataan. Kenyataan bahwa Sinjai, Insya Allah akan lebih baik dari tahun sebelumnya,” tandasnya. (*/rus/b)
