TAKALAR, BKM — Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMMI) Cabang Takalar menggelar aksi demonstrasi (demo) di halaman kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Takalar, Jumar (26/2) siang. Dalam aksinya, mereka mendesak Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin mencopot Hasrullah Mangung sebagai Direktur Utama (Dirut) PDAM Takalar.
Desakan pencopotan ini dilakukan karena Hasrullah dinilai tidak mampu memenej PDAM. Bahkan, membuat kebijakan yang terlalu membebani masyarakat yang ingin mendapatkan air bersih.
Majelis Pembina PMII Takalar, Firman mengatakan, saat ini calon pelanggan PDAM Takalar harus membayar biaya pemasangan sebesar Rp750 ribu hingga Rp1 juta. Tapi, calon pelanggan tidak bisa langsung menikmati air bersih. Calon pelanggan harus membayar lagi biaya pemasangan pipa.
“Biaya yang dikeluarkan masyarakat terlalu tinggi dan terkesan dibuat-buat oleh PDAM,” katanya.
Dirut PDAM Takalar, Hasrullah Mangung yang dikonfirmasi terkait aksi demo PMII ini mengaku jika demo PMII ini karena PDAM tidak melayani saat pengurus PMII mengajukan permohonan bantuan ke PDAM.
“Ini soal tersinggung saja karena mereka tidak dilayani dengan baik saat mereka datang ke PDAM. Padahal saat itu kami sementara menerima tamu dari Jakarta,” ujar Hasrulah.
Terkait pembayaran pemasangan langganan yang dinilai mahal, Hasrullah membantah. “Sejak 2010 hingga 2016 harga meteran tetap Rp750 ribu. Ini harga termurah dibanding kabupaten lain,” kilahnya. (ari/c)