Site icon Berita Kota Makassar

Pendapatan Petani Tomat Kalahkan Gaji Pejabat

BKM/FATAHUDDIN KR KULLE PANEN RAYA - Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar saat menghadiri panen raya tomat di Desa Kassi, Kecamatan Rumbia, Jeneponto, kemarin.

JENEPONTO, BKM — Pendapatan sejumlah petani tomat di Desa Kassi, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto dari hasil penjualan tomat mereka ternyata lebih tinggi dari gaji pejabat di Kabupaten Jeneponto. Setiap panen yang dilakukan sekali dalam empat hari, petani di desa ini bisa memperoleh pendapatan bersih Rp4 juta. Jika sebulan berarti sekitar Rp28 juta.
Pendapatan ini cukup tinggi dibandingkan gaji kepala dinas yang besarnya berada di kisaran Rp7 juta lebih sebulan.
Seperti yang diungkapkan Said, salah satu petani tomat di Desa Kassi, Kecamatan Rumbia. Ia mengaku luas lahannya yang digunakan untuk menanam tomat seluas 1 hektar. Setiap empat hari ia panen dan hasil bersihnya Rp4 juta hingga Rp5 juta.
“Itu pendapatan bersih, sudah di luar ongkos transportasi dan biaya lain-lain,” kata Said saat acara panen raya komoditi tomat hibrida varietas betavila F1 oleh PT Eas-West Seed Indonesia di Kecamatan Rumbia, kemarin.
Menurut Said, pendapatan petani tomat akan bertambah baik jika akses jalan menuju desa tersebut diperbaiki.
Pada acara ini, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar mengaku bangga mendengar pengakuan petani tomat yang sudah makmur. Menurutnya, Dusun Junggea, Desa Kassi, Kecamatan Rumbia ini telah menjadi pioner pembudidayaan tanaman tomat.
“Soal perbaikan jalan sudah direncanakan dan paling lambat bulan Mei sudah dikerja dimulai dari Loka hingga Desa Pallantikang,” kata Iksan yang disambut tepuk tangan warga.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, H Rachmansyah Guntur mengatakan, luas lahan perkebunan di Kecamatan Rumbia seluas 42.000 hektar, sedangkan luas sawah hanya 1.357 hektar.
“Untuk tanaman tomat di Desa Kassi seluas 15 hektar, luas panen 7 hektar dengan produksi rata-rata 54 ton per hektar. Saat ini harga tomat di tingkat petani Rp.4 000/kg atau sekitar Rp200 juta per hektar. Berarti setiap panen ada sekitar Rp1,4 miliar masuk ke desa ini,” jelas Rachmansyah.
Oleh karena itu, Rachmansyah meminta masyarakat yang sudah berhasil menanam tomat jangan lagi berpikir pindah ke tanaman lain.
Selain Bupati Jeneponto, panen raya tomat ini juga dihadiri Dandim 1425 Jeneponto, Letkol Rudy Sandri, anggota DPRD Jeneponto, Baharuddin Kain, Kadis PPKAD, H Basir Bohari, Kepala Bappeda Nuralam Basir, Kepala Inspektorat, Yusuf Pakihi, Kepala Dinas Nakertransos Daming, Kepala KLH, H Agussaleh, Kabag Humas, Dinhajad Kurniawan serta Camat Rumbia, Rachman Masud dan Kades Kassi, Murniati. (krk/b)

Exit mobile version