MAKASSAR, BKM — Sepak terjang Junaedy alias Edy (19) di dunia kriminalitas terhenti untuk sementara. Setelah dua tahun masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), ia akhirnya dibekuk Minggu (28/2) dinihari.
Penangkapan Edy dilakukan Tim Resmob Unit Reskrim Polsek Manggala yang dipimpin Aiptu Rauf didampingi Aiptu Asmidin. Edy merupakan DPO kasus kejahatan jalanan begal. Ia diketahui pernah membegal di sekitar waduk Jalan Borong Raya pada tahun 2014 silam.
Sebelumnya, saudara kandung Edy bernama Karim yang merupakan pelaku begal, tewas setelah dihadiahi timah panas di sekitar waduk yang kerap dijadikan aksi kejahatannya. Edy diketahui baru saja bebas dari penjara.
Kini, warga Jalan Borong Dalam, Kecamatan Manggala ini terpaksa kembali mendekam di sel tahanan Polsek Manggala. Dalam aksinya, pria bertubuh ceking yang kulitnya terbungkus dengan tato, tak segan melukai korbannya jika melakukan perlawanan.
Selain Edy, polisi juga menyita tiga buah kunci motor dan satu unit HP Evercross yang diduga kuat hasil begal.
Sebelumnya, rekan Edy bernama Didi yang terlibat dalam komplotan begal waduk Manggala lebih dahulu ditangkap dan sudah dilimpahkan di Rutan Kelas 1 Makassar.
Kepada polisi yang mengdiinterogasinya, pelaku mengakui kejahatannya yang kerap melakukan aksi begal di seputar wilayah Manggala, setelah menjalani proses hukum di Rutan Makassar.
Kapolsek Manggala Kompol Akbar Setiawan, mengkonfirmasi jika pihaknya telah mengamankan Edy, tersangka begal yang merupakan adik kandung Karim yang tewas ditembak beberapa waktu lalu.
”Tersangka kami amankan setelah lama jadi DPO. Saat diperiksa, ia mengakui kejahatannya dan pernah mengambil HP korban di waduk Jalan Borong Raya.Tim juga menyita barang bukti berupa tiga buah kunci motor dan satu unit HP Evercross yang diduga kuat hasil begal,” jelas Akbar.
Saat dilakukan pengembangan untuk menunjuk lokasi tempat ia melakukan aksinya, jelas Akbar, tersangka mencoba melarikan diri. Polisi kemudian memberikan tembakan ke udara sebanyak tiga kali. Namun tidak digubris. Akhirnya, moncong pistol diarahkan ke bagian betis pelaku hingga terkapar.
“Kita lakukan pengembangan Minggu dini hari (28/2) sekitar pukul 02.00 Wita. Tersangka kita bawa untuk menunjukkan lokasi melakukan aksinya. Saat itu dia berusaha kabur. Meski sudah diberi tembakan udara sebanyak tiga kali, namun tidak digubris. Ia terpaksa ditembak, dan selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis,” terang Akbar.
Setelah dirawat, Edy selanjutnya digelandang ke Mapolsek Manggala untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Jika Polsek Manggala berhasil menciduk tersangka begal, berbeda dengan di wilayah hukum Polsek Mamajang. Seorang warga Jalan Veteran Utara bernama Hartono (20), menjadi korban begal. Kejadiannya berlangsung Sabtu (28/2) pukul 23.45 Wita.
Saat itu korban melintas dengan sepeda motor di perbatasan Jalan Andi Mappaoddang-Jalan Ratulangi. Tiba-tiba dia dihampiri sekelompok begal yang berboncengan motor dan berusaha menghentikannya.
Namun itu tidak dihiraukan Hartono. Akibatnya, pelaku begal menikam dengan sebilah badik. Korban pun terjatuh dari motor dan terkapar di pinggir jalan dalam keadaan kesakitan.
Beruntung, warga dan pengendara motor di sekitar TKP melihat dan datang menolog korban dengan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.
Aparat Polsek Mamajang yang mendapat laporan adanya korban begal yang ditikam, langsung meluncur di TKP. Saat tiba, warga sudah mengavakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara. Sementara pelaku melarikan diri.
Beberapa saksi di TKP menyebutkan, sebelum menikam korban, pelaku berusaha merampas motornya. Namun korban bersikeras tidak menyerahkan kunci.
Akibatnya, salah seorang pelaku yang berboncengan motor menikam perut korban. Pelaku tidak sempat membawa kabur motor korban, karena saat kejadian warga langsung berdatangan. Pelaku langsung tancap gas melarikan diri ke araha Jalan Andi Mappaoddang.
Polisi kemudian mengecek kondisi korban di RS Bhayangkara. Luka di bagian perutnya tidak terlalu parah. Setelah selesai mendapat perawatan medis, korban langsung diarahkan untuk melapor ke Polsek Mamajang.
Keterangan korban kepada polisi menyebutkan, pelaku lebih dari enam orang berboncengan motor. ”Mereka mau mengambil motor saya, tapi saya tidak menyerahkannya. Saya tetap mengendarai motor. Pelaku menghampiri dan menghentikan motor saya dan meminta kunci. Dia bilang, kalau tidak kasih kunci, saya akan ditikam. Saya abaikan itu. Pelaku langsung menusuk perut saya,” terang Hartono.
Kapolsek Mamajang Kompol Mihardi yang dikonfirmasi, menjelaskan saat korban ditikam dan terkapar, banyak warga yang datang di TKP. Kalau tidak, motor pelaku dibawa kabur. ”Luka tikaman tidak parah, sehingga korban langsung dipulangkan pihak Rumah Sakit Bhayangkara. Diduga pelaku merupakan kelompok begal,” jelasnya. (ish-jul/rus/b)
Begal Sadis Terkapar Ditembak

BKM/ISHAK MAPPELAWA Junaedy