Site icon Berita Kota Makassar

Cinta Tenun Sutera

IST Gemala Anjani

NAMANYA Gemala Anjani. Sejak kuliah ia sudah tertarik pada dunia desain. Merancang busana sesuai imajinasi yang ada di benaknya dituangkan dalam rancangan busana nan menawan.
Berawal dari hobi menggambar sketsa, akhirnya menjadi profesi. Namanya pun kini cukup diperhitungkan di dunia desain. Akhirnya diapun membuat rumah produksi bersama adik dan sang ibu bernama Rumah Produksi 1717 by Lala and Gaya. Waktu itu, Lala –sapaan akrabnya– masih menetap di Jakarta.
Wanita kelahiran 18 Juni 1983 itu juga pernah memiliki butik di Pejaten Village, Jakarta Selatan. Produk fashion yang dihasilkan juga diekspor hingga ke Singapura dan Kuala Lumpur. Hasil kreatifitasnya juga pernah menjadi sponsor untuk artis di chanel TVSuria di Singapura.
Ikhwal sehingga dirinya berkiprah sebagai desainer di Makassar karena menikah denga lelaki Makassar. Aktifitasnya sebagai seorang desainer pun tidak surut kendati sudah berkeluarga. Dia malah membuat brand Lagaligo bersama seorang desainer asal daerah ini, Itja Achmad.
Hampir empat tahun Lala yang hobi traveling, menulis, membaca, dan berburu barang fashion ini menetap di Kota Anging Mammiri. Cukup banyak produk fashion yang dihasilkan. Setiap rancangannya selalu mengangkat budaya Sulsel dengan menggunakan bahan tenun dari berbagai daerah yang ada di Sulsel, seperti sutera Sengkang.
Rancangannya selalu berusaha mengikuti tren mode kekinian. Tujuannya supaya anak muda juga punya keinginan memakai baju tenun sutera. Dia punya misi memperkenalkan tenun sutera di dunia internasional.
Lala tercatat sebagai salah satu desainer yang akan ambil bagian dalam Indonesia Fashion Week di Jakarta. Berbagai persiapan telah dilakukan. Sekitar 50 desain hasil rancangannya akan dipamerkan dalam perhelatan akbar para desainer tanah air itu. Dia berharap keikutsertaannya di event itu bisa lebih memperkenalkan keanekaragaman dan kekayaan corak tenun yang dimiliki Sulawesi Selatan. (rhm/rus/c)

Exit mobile version