BARRU, BKM — Aroma busuk yang menyengat hidung dari sampah warga Kota Barru ditempat pembuangan akhir (TPA) di Kampung Padaloang, Kelurahan Coppo menjadi kado ulang tahun ke 56 daerah ini. Bagaimana tidak sampah buangan itu disulap menjadi gas metane sebagai bahan bakar gas alternatif untuk rumah tangga.
Kini gas metane itu sudah diuji coba kepada 18 rumah tangga warga yang bermukim sekitar Kawasan TPA Padang Loang. Gas metane untuk bahan bakar kompor rumah tangga diakui Koordinator Distributor Gas Metane Wilayah Sulselbar, Ir H Rudi pekan lalu mengatakan gas metane di TPA Padangloang Barru merupakan produksi gas metane pertama di Sulselbar. Produksi gas yang dihasilkan sangat efisien, lebih murah dan ramah lingkungan.
Modalnya cuma sampah yang selama ini dikebiri, tetapi ternyata bisa bernilai ekonomi yang sangat tinggi. Jika dihitung-hitung, setiap rumah tangga akan mengeluarkan biaya gas untuk konsumsi kompor hanya sekitar Rp 10.000 perbulan.
“Silahkan bandingkan dengan kebutuhan gas elpiji yang selama ini menjadi kebutuhan utama dari kompor gas rumah tangga,” ujar H Rudi.
Distribusi gas metane dari sampah buangan warga di TPA Padangloang yang terletak hanya sekitar 4 kilometer dari Kota Barru, kata dia bisa menjadi pilot proyek dan lokasi studi banding untuk penentu dan pelaku kebijakan dalam pengelolaan limbah rumah tangga berupa sampah di Kabupaten dan Kota lain di Kawasan Sulselbar atau Indonesia Timur.
“Setidaknya bisa menjadi gas alternatif untuk efisiensi kebutuhan dapur dirumah tangga,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Kantor Lingkungan Hidup Barru, Taufiq Mustafa, yang ditemui ditempat Instalasi Gas Metane, menyatakan sangat mengapresiasi pengelolaan sampah menjadi gas metane. Proses daur ulang ini bisa menjadi energi kebaruan untuk kepentingan rumah tangga dan industri.
Apalagi gas metane yang dihasilkan tidak menimbulkan polusi dan pencemaran. Justru bahan tercemar yang didaur menjadi gas bernilai ekonomi. Selain itu produk gas ini dapat menjadi poin signifikan untuk penilaian Adipura.
“Berarti sumbangsih dari produk gas metane ini dapat menggerakkan ekonomi rumah tangga masyarakat. Kehadiran pengelolaan sampah ini menjadi kado ulang tahun Kabupaten Barru yang ke 56,” ujar Taufiq (udi/C)