Site icon Berita Kota Makassar

PK5 tak Punya KTP Bakal Gigit Jari

MAKASSAR, BKM– Ribuan Pedagang Kaki Lima (PK5) di Kota Makassar akan segera direlokasi ke tempat yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Makassar, paling lambat September mendatang.

Rencananya, relokasi PK5 untuk berada di kawasan Kakilimata’. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dihadapan ribuan PK5 di rumah jabatan (Rujab), Sabtu (27/2).
Hanya saja, sebelum direlokasi, wali kota berlatar belakang arsitek ini berjanji akan memberikan dana bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk PK5 yang direlokasi.
Persyaratan PK5 yang akan mendapatkan KUR, telah melakukan registrasi di Pemerintah Kota Makassar dan telah mengantongi kartu tanda penduduk (KTP) minimal 10 tahun di Kota Makassar.
“Relokasi PK5 diperkirakan akan dimulai pada bulan Agustus atau September mendatang. Untuk bisa mendapatkan KUR, para PK5 terlebih dulu harus di registrasi dan yang berhak tentunya itu warga yang berdomisili atau ber-KTP menimal 10 tahun di Makassar itu yang kami perioritaskan,” tegas Danny sapaan akrabnya.
Pendataan jumlah pedagang, jelas Danny, diharapkan secepatnya rampung secara keseluruhan untuk memudahkan relokasi nantinya.
Sementara bagi warga pendatang di Kota Makassar dan terlebih jika tidak memiliki KTP, dipastikan gigit jari. Sebab Pemkot Makassar tidak mengizinkan mereka untuk memasuki lokasi yang ditentukan Pemkot Makassar yang diberi nama kawasan Kakilimata’.
“Saya tidak mau kalau orang dari luar datang ke Makassar langsung berjualan, saya mau orang asli Makassar yang diperioritaskan berjulan. Karena saya tidak mau hanya menguntungkan orang lain atau bukan warga Makassar,” tandas Danny.
Sementara itu, Macea salah seorang PK5 yang berjualan di Anjungan Pantai Losari mengatakan, saat ini sebanyak 129 pedagang asongan masih di akomodir oleh pihak Kecamatan Ujung Pandang untuk dilakukan pembinaan.”Kami masih di atur sama pihak Kecamatan, “ungkapnya.
Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir menuturkan program Danny untuk menata PK5 harus di berikan apresiasi. Pasalnya, kata legislator Fraksi Golkar ini, dengan program itu kesembrautan PK5 yang berada di ruas-ruas jalan tidak akan kelihatan lagi.
“Kita perlu dukung Danny untuk menjalankan program seperti itu dengan anggaran Rp35 miliar untuk menempatkan PK5 dalam satu wadah itu sangat bagus,” kata dia.(arf/b)

Exit mobile version