MAKASSAR, BKM–Merasa prihatin dengan kondisi kemacetan yang semakin parah di Jembatan Tello, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto turun langsung mengatur kendaraan di ruas jalan tersebut, Senin (29/2) pagi.
Danny sapaan akrab wali kota bahkan terlihat sibuk mengatur pengguna jalan yang rata-rata tidak sabar ingin keluar dari lokasi kemacetan.
Masih mengenakan baju dinas wali kota, Danny, juga sesekali memerintahkan personel Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar untuk mengarahkan kendaraan pengguna jalan.
Masih di jembatan yang menghubungkan Jalan Urip Sumoharjo dan Perintis Kemerdekaan ini, Danny mengaku akan menerapkan rekayasa lalu lintas agar kemacetan yang dikeluhkan bisa diminimalisir.
Seperti kata Danny, ruas jalan dari arah Perintis Kemerdekaan menuju Urip Sumoharjo akan dibagi tiga ruas. Sebelah kiri untuk kendaraan roda dua, ruas tengah untuk kendaraan umum roda empat, dan ruas kanan untuk kendaraan roda empat pribadi.
“Setiap hari saya turunkan 40 personel dari Dinas Perhubungan yang akan mengatur arus lalu lintas. Khususnya depan MTos,” kata Danny.
Wali kota berlatar belakang arsitek itu, juga berjanji akan membicarakan kondisi Jembatan Tello bersama Pemprov Sulselm Balai Besar Jalan dan pihak kepolisian.
“Kemacetan ini sudah sangat meresahkan warga. Saya akan bicarakan hal tersebut ke pemprov, balai besar dan pihak kepolisian,” tegasnya.
Dia menambahkan, titik yang menyebabkan kemacetan berada tepat di depan Mal M’Tos. Sehingga perlu penanganan khusus. Belum lagi jembatan Tello yang belum juga rampung.”Tidak ada saja pengerjaan jembatan macet disini, apa lagi adanya pengerjaan jembatan,” keluh Danny.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Makassar akan membentuk tim satgas macet. Satgas yang dibentuk nantinya bertugas mengurai kemacetan.
“Iya kita akan tempatkan kurang lebih 20 personel yang melakukan pengaturan kendaraan. Kondisinya sangat kronis, kemacetan tidak bisa dihindari. Meski demikian kita akan melakukan upaya agar bisa mengurai kendaraan yang melintas di titik jalan tersebut,” kata Plt Kabid Pengedalian dan Operasional Dishub Kota Makasar, Muhammad Roa, kemarin.
Menurut Roa, upaya pengaturan akan dijadwalkan pada pagi hari dan sore hingga malam.
“Kalau pagi hari itu kita mengatur mulai pukul 07.00 Wita hingga pukul 09.00 wita. Sementara sore harinya dimulai pukul 15.00 wita hingga malam hari. Ini solusi yang bisa dilakukaniharjo ingin cepat tentu mesti melewati jalan tol,” katanya.
Lanjut Roa, pembentukan satgas akan dikoordinasikan dengan pihak kepolisian.
“Saat ini kita baru menempatkan puluhan personil. Kita juga akan bentuk satgas tinggal menanti petunjuk pak wali,” katanya.
Terpisah, Ketua Masyarakat Trasportasi Indonedia (MTI) Makassar, Prof Lambang Basri mengatakan, proyek pelebaran Jembatan Tello semestinya tidak terhenti.”Saat ini yang mesti kita lakukan yakni pembangunan jembatan harus dilanjutkan. Kita juga berharap ada kebijakan nasional, apakah dianggarkan pada APBN Perubahan 2016 atau awal 2017,” terang Lambang Basri.
Bahkan tegas Lambang, kalau proyek ini terhenti otomatis memiliki dampak negatif yang luar biasa seperti kemacetan dan investasi yang makin menurun di Kota Makassar. Sebab investor akan berfikir dua kali untuk berinvestasi di Makassar karena kondisi jalan yang semakin parah oleh kemacetan.
“Solusinya adalah bagaimana pemkot mengurangi beban kendaraan yang melintas, termasuk larangan truk melintas di jembatan,” terang Lambang.
Apalagi, ujar Lambang, dalam sehari kendaraan yang melintasi di Jembatan Tello mencapai 25 sampai 28 ribu perhari. Untuk saat ini, arus kendaraan yang melintasi di jalur itu sudah berada pada titik jenuh. Normalnya jalan nasional dilalui sekitar 20 ribu perhari.”Ini juga yang mesti diantisipasi, karena jembatan akan mengalami repotisi atau kelelahan akan beban,”jelasnya.(arf-ucu/b)
