MAROS, BKM — Sedikitnya 59 Kepala Keluarga (KK) warga Dusun Ongkoe, Desa Tellupoccoe, Kecamatan Marusu meminta kepala dusunnya, Medianto dicopot dari jabatannya. Warga berdalih, Medianto belum mampu menjabat sebagai kadus lantaran usianya yang masih belia dan belum berkeluarga.
H. Muzakar salah seorang tokoh masyarakat OngkoE kepada wartawan, Minggu (28/2) meminta kepala desa, camat dan bupati memperhatikan kemelut warga OngkoE.
“Kami minta pejabat terkait. memperhatikan tuntutan kami, jangan melihat kami rakyat kecil dengan mata sebelah saja,” jelas H Muzakar.
Dia mengatakan, proses pengangatakan kepala dusun OngkoE juga tidak dilakukan secara musyawarah. Dia menuding, oknum Kepala Desa Tellupoccoe dengan se enaknya menunjuk kepala dusun (Galla) tanpa melalui proses kultur budaya yang berlaku di OngkoE.
“Selama menjabat Kadus tidak pernah sama sekali datang menghadiri acara ritual warga,” jelas H Muzakar.
Hal yang sama dikatakan Kamaruddin. Dia menilai proses pelayanan kepada warga dusun tidak berjalan lancar. Kepala dusun yang diangkat secara sepihak oleh kepala desa tidak dapat menjalangka tugasnya sebagaimana harapan warga.
“Banyak sekali tokoh masyarakat Ongkoe yang tahu sejarah tanah, adat Bugis Makassar bisa menggantikanya,” ujar Kamaruddin.
Kepala Dusu PngkoE yang hubungi lewat telpon menilai apa yang ditudukan warga tidak benar. Desakan warga, kata dia, karena ada kepentingan golongan. Dia juga meminta agar pihak yang tidak sesuai dengan keinginannya agar menemui dirinya.
“Silahkan temui saya bila ada keperluan lkarena apa yang ditudukan segelintir oknum warga tidak benar,” tegas Medianto.
Terpisah, Camat Marusu, Bakri menjelaskan, persoalan yang dikeluhkan warga sudah ditindak lanjuti dengan melakukan penyampaian ke kepala desa terkait.
“Mengingat jumlah kepala keluarga yang menandatangani desakan mundur sudah cukup banyak, makanya saya sampaikan agar kadus bisa mundur saja,” kata Bakri.
Hanya saja, lanjut Bakri, Medianti selaku kepala desa menolak mengundurkan diri. Adapun alasan kepala desa karena menilai kepala dusun tersebut dianggap bisa diajak kerja sama. “Kepala desa tidak mau mengganti kadusnya dengan alasan masih bisa diajak kerja sama,” tutup Camat Marusu. (ari-ril/c)