MAMUJU, BKM — Pemkab Mamuju di bawah kepemimpinan Bupati Habsi Wahid dan wakilnya, Irwan SP Pababari terus menunjukkan kepeduliannya dalam hal kebersihan. Salah satunya dengan melaunching gerakan Mamuju Mapaccing di anjungan Pantai Manakarra, Minggu (28/2).
Ribuan masyarakat Mamuju dari berbagai elemen hadir menyaksikan proses launching tersebut. Meski gerakan ini banyak terinspirasi dari gerakan serupa yang dilakukan di daerah lain, namun semangat gerakan Mamuju Mapaccing yang diambil dari bahasa daerah, berarti gerakan Mamuju bersih, lebih berniat menumbuhkan kesadaran dari diri masing-masing masyarakat untuk lebih peduli terhadap persoalan sampah yang selalu menjadi momok dari dulu hingga saat ini.
”Seiring perkembangan jumlah penduduk yang terus meningkat, tentu akan berbanding lurus dengan semakin banyaknya produksi sampah di masyarakat. Karenanya, untuk mengatasi hal ini perlu kesadaran kita semua dan mulai memerangi sampah sebagai musuh kita. Sehingga daerah ini dapat segera menjadi daerah yang bersih nyaman dan asri,” sebut Habsi Wahid.
Kegiatan ini, menurut bupati, langkah nyata dalam gerakan Mamuju Mapaccing, setiap hari Minggu usai melakukan kegiatan olahraga bersama para PNS maupun tenaga kontrak ditiap SKPD, akan menjadi contoh dengan membersihkan kota Mamuju yang lokasinya telah direncanakan. Hal ini diharapkan dapat merangsang kesadaran masyarakat untuk berbuat serupa. Minimal di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.
Bupati Habsi Wahid menargetkan, dalam seratus hari masa kepemimpinannya, akan ada perubahan perwajahan Mamuju dari persoalan persampahan. Bahkan saat ditanya target Mamuju dapat meraih Adipura sebagai supremasi tertinggi penilaian kebersihan, nyaris kompak bupati dan wakil bupati yang berdiri berdampingan saat itu, sama-sama berujar dua sampai tiga tahun dalam masa jabatannya Mamuju dapat mengantongi Adipura.
Habsi berharap, gerakan tersebut nantinya bukan hanya seremonial. Namun ia berencana menuangkan dalam bentuk peraturan bupati yang mengatur tentang kebersihan dan sampah agar masyarakat dan seluruh stakeholder bisa benar-benar mengindahkan. ”Tentu gerakan Mapaccing ini tidak hanya seremonial. Tapi kita akan membuat suatu bentuk peraturan bupati yang mengatur tentang bersih-bersih. Kita berharap masyarakat dan stakeholder yang ada benar-benar bisa mengindahkan. Jadi secara hukum mereka bertanggung jawab pada kebersihan kota ini,” urainya.
Disampaikan, pihaknya akan menerapkan sanksi bagi pihak yang melanggar peraturan tentang sampah tersebut. Tak luput agar program tersebut berjalan mulus, pihak swasta juga digandeng untuk membantu suksesnya gerakan Mamuju Mapaccing. Salah satunya pihak perbankan yang juga terlihat langsung merespon gerakan ini dengan berbagai kegiatan yang ditawarkan.
Misalnya BRI yang membagi-bagikan kantong tas berwarna biru untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Launching tersebut dihadiri Wakil Bupati, Irwan Pababari, Kapolres Mamuju, Eko Wagianto beserta isteri, Komandan Kodim 1418 Mamuju, M Imran, dan pimpinan cabang BRI Mamuju. (ala/mir/c)