Site icon Berita Kota Makassar

Kabur saat Digerebek, Begal dan Polisi Kejar-kejaran

MAKASSAR, BKM — Empat remaja di wilayah berbeda menjadi pelaku aksi begal. Mereka ditangkap aparat Polsek Tallo dan Polsek Panakkukang di tempat berbeda.
Polsek Tallo membekuk dua orang diantaranya, masing-masing Du (16) warga Jalan Rappokalling Timur, Kecamatan Tallo dan Fa (14), pelajar SMP yang merupakan warga Jalan Kampung Baru, Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang.
Keduanya diringkus, Senin (29/2) pukul 15.30 Wita di Jalan Juanda belakang SMP Negeri 22, Kelurahan Ujung Pandang Baru, Kecamatan Tallo.
Dua begal lainnya diamankan Polsek Panakkukang. Mereka adalah PLB alias Pt (17), warga Jalan Sejiwa dan MF (15), warga Jalan Sehati. Keduanya ditangkap di Jalan Ir Sutami, Selasa (1/3) pukul 00.05 Wita.
Kapolsek Tallo Kompol Henki Ismanto, kemarin mengkonfirmasi kebenaran penangkapan kedua pelajar yang terlibat dalam aksi begal tersebut. Saat ditangkap, keduanya mencoba membegal korban bernama Abdul Wahid (18), warga Jalan Al-Markaz perumahan BSP Blok D nomor 22, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo.
Saat itu korban tengah mengendari sepeda motornya menuju Jalan Sunu. Saat melintas di Jalan Barawaja, tiba-tiba salah satu diantara pelaku menahan dan memaksa korban untuk mengantarnya ke Jalan Sainassara.
Korban yang ketakutan terpaksa mengikuti perintah pelaku. Diapun memboncengnya ke arah yang ditunjuk. Tepat di Jalan Juanda belakang SMP Negeri 22, pelaku kemudian mengancamnya dengan menodongkan pisau.
”Saat itu pelaku meminta HP dan uang korban. Namun korban melakukan perlawanan dan berusaha merampas pisau yang digunakan pelaku sambil berteriak. Akibatnya, korban mengalami luka sayatan pisau paa jari telunjuk sebelah kiri,” jelas Henki, kemarin.
Teriakan korban saat terkena sayatan pisau pelaku, langsung mengundang perhatian warga. Secara serentak mereka mengepung pelaku yang berboncengan motor.
Akibatnya, kedua pelaku menjadi bulan-bulanan warga, hingga akhirnya diamankan aparat Polsek Tallo yang tiba di lokasi kejadian. Keduanya langsung digelandang ke Mapolsek Tallo untuk dilakukan pemeriksaan lanjut.
Dihadapan polisi, Du mengakui perbuatannya membegal korban. ”Saya awalnya pura-pura minta dibonceng. Temanku ada yang mengikut di belakang pakai motor. Di tengah perjalanan di lokasi yang sepi, saya menodongnya dan meminta HP serta uangnya,” jelas Du.
Sementara dua ABG pelaku begal di wilayah Polsek Panakkukang, diamankan bersama dua orang penadahnya. Pengungkapan kasus ini dilakukan Tim Resmob Unit Reskrim Polsek Panakkukang dipimpin Panit 2 Ipda Asian Sihombing didamping Dantim Aiptu Yansen Siregar.
PLB dan MF terkenal sadis saat melakukan aksinya. Mereka tak segan-segan melukai korbannya jika melawan.
Saat polisi melakukan penggerebekan, keduanya berhasil melarikan diri. Sempat terjadi kejar-kejaran hingga di Jalan Sutami di sekitar jalan tol.
Namun pelarian keduanya berhasil dihentikan. Keduanya yang berboncengan mennggunakan motor Honda Beat tanpa plat nomor polisi langsung digelandang ke Mapolsek Panakkukang untuk diinterogasi.
”Dari hasil pemeriksaan sementara, keduanya mengaku pernah melakukan pembegalan dan berhasil merampas motor Yamaha Mio milik korban dan motornya dijual ke penadah,” ujar Ipda Asian Sihombing.
Setelah menjalani pemeriksaan, keduanya kemudian dibawa untuk dilakukan pengembangan. Hasilnya, dua orang penadah motor hasil kejahatan komplotan begal ini langsung diamankan.
Keduanya adalah Sukaena Daeng Kenna (33), warga Jalan Sejiwa dan Abdul Rahim (45), warga Jalan Masjid Muhajirin Kota Makassar. Tim Resmob Unit Reskrim juga menyita satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih-hitam tanpa plat nomor dengan nomor rangka MH1JFP10FKA075209 dan nomor mesin JFP1E-1087436.
Kanit Reksrim Polsek Panakkukang AKP Warpa menambahkan, sejauh ini anggotanya masih melakukan pengembangan terkait penangkapan dua ABG komplotan begal ini.
”Motor yang kami sita merupakan kendaraan yang sering digunakan pelaku untuk melakukan aksinya. Hingga kini kami masih melakukan pengembangan dan akan mendalami kasus ini guna menangkap komplotan mereka,” jelas Akp Warpa. (ish/rus)

Exit mobile version