PINRANG, BKM — Ratusan petani yang tergabung dalam orgaisasi Asosiasi Kelompok Tani Indonesia (ASKETI) Kabupaten Pinrang mendatangi kantor DPRD Pinrang, Selasa (1/6)
Koordinator Asketi Pinrang Zainal Abidin yang dikonfirmasi BKM sangat menyesalkan adanya harga Rp 4.500 perkilogram.
“Harga ini sangat merugikan kami olehnya itu DPRD diminta segera menyelesaikan masalah ini agar petani tidak terus merugi,” tegas Zainal.
Lembaga Advokasi Lingkungan Hukum dan HAM (LSM LALHAM) Pinrang yang mendampingi petani sangat menyanyangkan adanya oknum yang memainkan harga gabah.
”Kasian petani, disaat mereka berkomitmen memajukan daerah dalam peningkatan swasembada pangan tapi malah dikebiri dengan memainkan harga hingga membuat mereka merugi,” tegas Hasjuddin.
Aspirasi petani diterima Ketua Komisi II dan jajarannya dan langsung membahas malasah ini. Pada pertemuan tersebut Ketua Komisi II Andi Pallawagau Kerrang memberikan solusi yang tertuang dalam berita acara.
Komisi II mengharapkan agar Perpadi (Persatuan Penggilingan Padi) untu tidak memenetapkan harga gabah secara sepihak dan penetapan harga Rp 4.500 perkilogram untuk segera dicabut. ”Kami minta untuk tidak menghalangi pedagang dari luar Kabupaten Pinrang untuk masuk membeli gabah di Pinrang, ”terang Ketua Komisi II Andi Pallawagau Kerrang didepan pengunjuk rasa. (gun/C)