Site icon Berita Kota Makassar

Rebutan Hasil Panen, Kakak Bunuh Adik

SIDRAP, BKM — Tubuh boleh bersaudara, namun harta warisan tidak bersaudara. Pameo ini patut dialamatkan pada dua orang bersaudara tiri warga Kelurahan Manisa, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap ini.
Betapa tidak, keduanya terlibat pertengkaran yang berujung maut, Senin malam (29/2) sekitar pukul 18.30 Wita. Perisitiwa berdarah itu sontak menggegerkan warga setempat. Sang kakak menyerang adiknya menggunakan parang hanya karena saling menginginkan hasil panen padi dari sawah warisan orang tuanya.
Korban Burhanuddin (60) yang sehari-harinya bekerja sebagai petani tewas seketika setelah ditebas parang berkali-kali oleh kakak tirinya bernama Laihong (65), yang juga seorang petani.
Informasinya, dua bersaudara yang juga bertetangga ini baru saja panen padi di atas lahan sawah warisan orang tuanya seluas 70 are di Manisa. Saat itu, korban mendatangi kakaknya hendak meminta jatah dan menanyakan hasil panen yang diperoleh pelaku. Saat bertemu pelaku, korban langsung meminta sebagian hasil panen yang jumlahnya berkisar 40 karung gabah itu.
Korban sebenarnya bermaksud membicarakan hasil panen sawah orang tua mereka. Namun saat itu diduga terjadi kesalahpahaman antara keduanya, sehingga terjadi adu mulut dan terlibat pertengkaran.
Tanpa ada yang melerai, pelaku masuk ke rumahnya lalu keluar lagi dengan menenteng parang panjang. Tak banyak bertanya lagi, Laihong yang sudah naik pitam langsung menyerang adiknya tanpa ampun.
Belasan luka menganga di sekujur tubuh Burhanuddin. Seperti pada bagian perut dan wajah, termasuk kepala. Saat kejadian korban tak melawan karena tidak membawa senjata tajam.
Menurut saksi mata, korban hanya bisa terus menangkis serangan pelaku, sehingga darah segar keluar dari luka tebasan pelaku.
Melihat adiknya tersungkur tak berdaya, pelaku langsung meninggalkan korban yang sudah penuh luka. Sementara tetangga tak ada yang berani mendekat.
Setelah situasi memungkinkan, barulah korban dilarikan ke Rumah Sakit Arifin Nu’mang, Rappang. Namun Tuhan berkata lain. Diduga karena kehabisan darah, Burhanuddin akhirnya mengembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan ke rumah sakit.
Kapolres Sidrap Sidrap AKBP Anggi Naulifar Siregar membenarkan peristiwa itu. “Laporannya sudah saya terima. Saya sudah perintahkan Polsek Baranti untuk mengusut kasus ini dan menangkap pelaku secepatnya,” ungkap AKBP Anggi di kantornya, Selasa (1/3).
Sementara Kapolsek Baranti Iptu Nicodemus Brahmana yang dikonfirmasi, mengatakan dugaan awal penyebab terjadinya penganiayaan itu dipicu karena tidak adanya kesepakatan kedua pihak (pelaku dan korban) terkait pembagian hasil panen padi dari sawah milik orang tuanya.
“Motifinya dipicu soal pembagian hasil panen. Tapi keterangan pasti soal motif itu akan kita ketahui setelah pelaku tertangkap. Untuk sementara, pelaku masih kita kejar karena kabur usai kejadian itu. Kita sudah tahu keberadaannya. Tersangka diduga keluar daerah. Anggota sementara melakukan pendekatan kepada pihak keluarga pelaku untuk menyerahkan tersangka tanpa melakukan perlawanan,” tandasnya. (ady/rus/b)

Exit mobile version