Site icon Berita Kota Makassar

Warga lebih Memilih Jalan Kaki

UNTUK menghidari kemacetan di Jembatan Tello, sejumlah warga yang menggantungkan hidupnya di Jalan Perintis Kemerdekaan maupun di Urip Sumoharjo lebih memilih berjalan kaki melintasi Jembatan Tello.
Selajutnya, mereka menumpang mobil angkutan atau menggunakan jasa ojek.
Begitupun warga yang berada di poros Maros-Makassar lebih memilih melintasi jalan alternatif di belakang Pasar Daya, Pacerakkang tembus di Antang, Manggala.
Sriwahyuni, karyawan Mal M’Tos yang tinggal di Pampang mengaku, lebih memilih berjalan kaki melintasi Jembatan Tello menuju M’Tos.
“Setiap pagi pasti macet. Saya lebih memilih turun dari motor saat dibonceng untuk berjalan kaki melintasi jembatan,” ungkap Sriwahyuni.
Hal senada dikatakan Nirwana. Dia mengaku setiap hari melintasi Jembatan Tello. Untuk menghindari kemacetan, dia memilih berjalan kaki melintasi jembatan dan kembali mengambil mobil angkutan menuju rumahnya di Jalan Bung.
“Saya tinggal di Jalan Bung, setiap pagi berangkat kerja pasti melewati jembatan, begitupun saat pulang kerja. Saya lebih memilih jalan kaki menghidari macet,” ujarnya.
Terpisah, Ramli, warga Maros yang membuka usaha di AP Pettarani menegaskan, jika dia lebih memilih menggunakan jalan alternatif disamping Pasar Batangngase Maros menuju Zipur dan Mocongloe tembus Gowa atau Antang. Begitupun jalan alternatif di belakang pasar daya menuju Antang.
“Jalan itu terbebas dari kemacetan dan lebih cepat tiba di AP Pettarani, daripada harus melalui Jalan Perintis Kemerdekaan,” ujar Ramli. (jun/war/c)

Exit mobile version