Site icon Berita Kota Makassar

Mampu Menaksir Debit Air Hanya dengan Melihatnya

BKM/SARTONO CIPTAKAN PLTMH-Rusnang berjongkok di depan PLTMH ciptaannya di Kampung Gellengnge, Dusun Mattirobulu, Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.

TIDAK ada yang tak mungkin di dunia ini. Semua bisa saja terjadi. Tak terkecuali bagi Rusnang.

Laporan: Sartono

SEHARI-HARINYA Rusnang bekerja sebagai tukang kayu membuat rumah. Ia hanya tamatan Sekolah Dasar (SD). Tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena keterbatasan ekonomi.
Tapi siapa sangka, jika pria kelahiran 3 Maret 1984 ini mampu membuat sesuatu yang cukup sulit diwujudkan oleh seseorang dengan pendidikan formal hanya sebatas SD. Rusnang berhasil menciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) secara mandiri.
Sebagai seorang pemuda desa, Rusnang tidak pernah sekalipun mengecap pendidikan formal terkait kelistrikan. Maklum, ia tinggal di sebuah kampung bernama Gellengnge, Dusun Mattirobulu, Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.
Gellengnge merupakan kampung yang letaknya di lereng gunung, perbatasan antara dua kabupaten, yakni Sidrap dan Barru. Sebenarnya, jarak kampung ini dari pusat kota Kecamatan Marioriawa hanya berkisar 21 kilometer.
Hanya saja, sampai sekarang listrik PLN belum menjangkau kampung tersebut. Akses transportasi menuju Gellengnge juga masih memprihatinkan.
Hidup tanpa listrik membuat Rusnang merasa tidak betah. Termasuk 100 kepala keluarga lainnya yang menempati rumah kurang lebih 70 unit.
Diapun memutar otak agar masyarakat kampung Gellengnge bisa menikmati listrik, seperti yang dirasakan orang-orang yang tinggal di perkotaan.
Bersama tiga warga lainnya, ia mulai membangun kincir air. Uangnya dikumpul secara patungan diantara mereka.
Awalnya dibangun satu kincir air. Satu kincir dengan diameter 2,5 meter mampu menghasilkan listrik 3.000-5.000 watt.
Kondisi alam yang berbukit-bukti memang sangat cocok untuk membuat kincir air. Sebab aliran air yang deras menjadi prasyarat utama membangun pembangkit listrik tenaga mikro hydro (PLTMH).
Modal untuk membangun satu kincir air lengkap dengan dinamo dan kabel transmisi ke rumah warga, tergantung dari jaraknya dan kapasitas watt yang mau dikeluarkan. Makin jauh dari lokasi sungai, makin tinggi biayanya.
Awalnya, Rusnang hanya menggunakan kincir yang bahan bakunya terbuat dari kayu. Namun seiring perjalanan waktu, ia sudah bisa membeli mesin las, sehingga mampu membuat kincir yang terbuat dari besi plat dengan kapasitas sampai 8.000 watt.
Kini, masyarakat Gellengnge sudah bisa menikmati listrik dari PLTMH ciptaan Rusnang, setelah bertahun-tahun dinantinya. Bahkan saat ini sudah ada 12 unit kincir air yang telah dibuat. Lampu minyak telah diganti dengan bohlam lampu listrik. Televisi dan VCD kian mudah ditemukan di rumah-rumah warga.
Rusnang tidak hanya mampu menghasilkan kincir dari kayu supaya tahan lama. Ia juga menciptakan produk serupa yang terbuat dari besi. Belajar cara memperbaiki dinamo, menghindari arus pendek dan menangani masalah transmisi listrik. Termasuk kemampuan menghitung apakah debit air terjun cukup untuk menghasilkan listrik atau tidak.
Ketika ditemui, Rusnang mampu menjelaskan bak seorang ahli, terkait PLTM. Bahkan dia dapat menaksir debit air terjun hanya dengan melihatnya. Menurutnya, debit air terjun harus disesuaikan dengan kekuatan dinamo.
”Misalnya, debit air terjun yang mampu memutar kincir 1.000 putaran per menit, harus menggunakan dinamo yang sesuai. Karena kalau tidak sesuai, biasanya putarannya kencang namun tidak bisa menghasilkan strum yang maksimal. Begitu juga sebaliknya, kalau dinamonya besar tapi debit airnya kurang, tidak bisa juga. Strum yang dihasilkan tidak maksimal,” jelas Rusnang yang biasa dipanggil Cennang.
Penulis yang datang langsung ke lokasi kincir air rakitan Rusnang di Kampung Gellengnge, harus bekerja ekstra untuk menjangkaunya. Sebab kincir tersebut terletak di dasar jurang sedalam 70 meter, dengan kemiringan tebing hingga 70 derajat.
Keterampilan Rusnang membuat kincir air akhirnya tersebar luas. Iapun sering diundang ke luar kabupaten untuk merakit PLTMH. Sudah puluhan pembangkit jenis ini yang telah dirakitnya. (*/rus/b)

Exit mobile version