GOWA, BKM — Program penataan kawasan pemukiman menjadi bagian terpenting yang dibidik dalam gebrak 100 hari kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gowa,
Adnan Purichta Ichsan-H Abd Rauf Malaganni Krg Kio.
Program 100-0-100 yang merupakan program sinergitas PNPM Mandiri
Perkotaan yang tengah digenjot Korkot 6Wilayah Gowa-Maros dibawah
kemitraan Bappeda Gowa ini menjadi bagian ke empat dari empat sektor
prioritas di tahun pertama.
Kabupaten Gowa adalah kabupaten yang paling dekat dari kota Makassar,
ibukota Provinsi Sulsel. Karena jaraknya yang hanya berkisar 11 Km
dari jantung Kota Makassar, maka imbas metropolitan pun makin
merambah daerah yang terdiri dari 18 kecamatan, meliputi 9 kecamatan
dataran rendah dan 9 kecamatan dataran tinggi.
Guna mewujudkan Gowa sebagai wilayah bebas kumuh khususnya di wilayah ibukota Sungguminasa, maka target pencapaian 100-0-100 semakin dipercepat dengan melibatkan totalitas dari peran pemerintah, swasta dan masyarakat yang dipandu secara bersama oleh para pelaku Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di bawah payung PNPM Mandiri
Perkotaan.
Kepala Bappeda Gowa, Andi Kumala Idjo, Kamis (3/3) mengatakan, program
100-0-100 yang dimaksudkan yakni 100 persen terpenuh air minum, 100 persen terpenuhi sanitasi dan 0 persen Gowa bebas dari permukiman kumuh.
”Kita berharap sebelum tahun 2019 nanti, program pengentasan kemiskinan secara nasional ini sudah terpenuhi. Program inipun sangat selaras dengan visi misi Bupati Gowa dalam penataan kawasan. Karena itu, semua diajak untuk berkolaborasi merealisasikan program ini,” jelas Andi Kumala Idjo.
Pelaksanaan program ini selain ditujukan untuk meningkatkan perbaikan akses pelayanan ekonomi dan sosial masyarakat melalui prasarana yang lebih murah serta tingkat kepuasan pemanfaat terhadap perbaikan pelayanan dan tata pemerintahan setempat juga merupakan percepatan tujuan pembangunan dalam agenda global dalam pemenuhan target
Millenium Development Goals (MDGs) dimana pada era ini, separuh dari
penduduk dunia yang belum mendapatkan akses air minum, sanitasi dan infrastruktur dasar harus terpenuhi.
“Karena itu mari kita bergerak bersama agar di Gowa bebas permukiman kumuh,” ungkap Kepala Bappeda mengulang kalimat Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan sebelumnya. (sar-ril)