MAMUJU, BKM — Pada dasarnya, anak-anak itu adalah peniru ulung. Karenanya diharapkan kepada para orangtua untuk dapat memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya. Baik itu dari segi ucapan maupun gerakan. ”Jangan menyuruh anak mandi sedangkan ibunya belum mandi,” pesan Dwi Astuti kepada para guru dan tenaga pendidik, komite Stimulasi Intervensi Optimalisasi Layanan Anak (SIOLA), dan orangtua anak didik SIOLA yang menjadi peserta dalam pelatihan Capacity Building SIOLA yang berlangsung di Mamuju beberapa hari lalu.
Pemateri asal Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menyampaikan, penanaman pengaruh positif kepada anak akan membentuk kemampuan kompetensi anak. Dari itu, penting bagi setiap orangtua maupun guru dan tenaga pendidik untuk lebih kreatif dan ikhlas.
Begitu pula saat memberi perintah kepada anak, orangtua diharapkan membentuk kemandirian anak sejak dini. Tak perlu terlalu sering memerintahnya. Tapi memberi penjelasan mengapa ia harus berbuat baik. ”Jangan lupa, berikan kesempatan kepada anak untuk berbicara. Sehingga dapat melatih kemampuan berfikirnya. Dengan begitu, anak-anak akan kritis dan banyak bertanya,” kata Dwi Astuti saat memaparkan materi Positive Parenting dalam pelatihan yang berlangsung di aula Hotel Marannu.
Selain itu, pemberian pengasuhan positif dalam meningkatkan kemampuan kompetensi anak, orangtua, guru, tenaga pendidik, maupun komite SIOLA diharapkan menerapkan prinsip perhatian, kasih sayang, kedekatan, kelekatan komunikasi dan teladan. Termasuk pula pengasuhan dengan mengasuh secara emosional dan spiritual. Sebab, perilaku manusia dapat membentuk kasih sayang kemudian selanjutnya, dari kasih sayang dapat terbentuk emosi positif. (ala/mir/c)