Site icon Berita Kota Makassar

Sidrap Tutup Akses Perdagangan Sapi

SIDRAP, BKM — Pemerintah Kabupaten Sidrap, menutup jalur masuk perdagangan sapi ke Sidrap. Penutupan ini dilakukan guna menghindari penyebaran bakteri antraks.

Kepala Bidang Peternakan, Dinas Peternakan dan Perikanan Sidrap, Sadalia, telah menginstruksikan stafnya untuk menutup jalur masuk perdagangan sapi yang menuju ke Sidrap. Penutupan akses jalur masuk itu dimulai sejak Kamis, (3/3) di empat titik poros perbatasan seperti di perbatasan Pinrang-Sidrap, Soppeng, Parepare dan Wajo.
“Kebijakan ini harus dilakukan guna menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, ada puluhan ribu populasi sapi di Sidrap yang harus kita selamatkan,” ujar Sadalia.
Sementara itu, Drh Zainal, belum bisa memastikan apakah Sidrap sudah positif antraks atau belum. Pihaknya hingga kini masih menunggu hasil uji sampel darah dua ekor sapi mati yang ditemukan Polsek Panca Lautang.
“Pastinya, dua ekor sapi mati yang digagalkan Polsek Panca Lautang itu sudah kami periksakan ke Balai Besar Veterian (BBV) Maros. Dua ekor sapi itu bukan dari Pinrang, tapi dari Bone yang dibeli warga belum lama ini,” beber drh Zainal.
Tindakan yang dilakukan saat ini, sambungnya, mengobati seluruh populasi sapi dari lokasi terakhir pengambilan dua ekor sapi mati tersebut. “Ada 50 ekor sapi disana sementara kita isolasi,” aku drh Zainal. (ady/B)

Exit mobile version