MAMUJU, BKM — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Mamuju melakukan wisuda kepada para mahasiswanya di ballroom Hotel D’Maleo Mamuju, Rabu (2/2). Pelaksanaan wisuda ini, menurut Plt Sekkab Mamuju, Muhammad Daud Yahya, merupakan salah satu wujud peran dari STIE Muhammadiyah Mamuju untuk membantu pemerintah. Khususnya dibidang pembangunan manusia dan menciptakan manusia yang cerdas.
”STIE Muhammadiyah sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di Mamuju, tentu hal ini merupakan peranan yang cukup besar,” ungkapnya.
Bahkan, tambahnya, semua pihak tentu berharap agar STIE yang telah sepuluh kali melakukan wisuda tersebut akan lebih berkembang lagi dan naik status menjadi universitas.
Pemerintah Kabupaten Mamuju tentu berharap nantinya dengan peningkatan status kelembagaan, akan semakin menjadi kebanggan di ibukota provinsi Sulawesi Barat. ”Ketika kita menengok ke belakang sekitar tahun 1960-an, untuk menuntut ilmu dengan jarak Mamuju-Majene saja, harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapat kendaraan. Diera globalisasi seperti sekarang, anda bisa sukses jika anda mampu berkompetisi. Dan untuk berkompetisi, ada dua hal penting. Yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemudian dari sisi lain, bagaimana peningkatan peran iman dan takwa,” ujarnya.
Kedua poin tersebut, menurut Daud, harus sejalan. Karena ilmu pengetahuan tidak mampu dicegah dari hal-hal negatif tanpa adanya iman. Beda antara orang beriman dengan orang berilmu pengetahuan. Jika orang beriman ketika melihat orang lain berbuat salah, maka ia akan mempengaruhi untuk menjauhi tindakan-tindakan yang salah dan dilarang agama.
”Dewasa ini, disana-sini banyak kita temui pemuda-pemuda yang terjerumus dalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Tentu para wisudawan harus mampu berperan untuk mencegah hal tersebut. Saya yakin, alumni STIE Muhammadiyah senantiasa memberikan yang terbaik dan kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin yang berakhlak baik,” paparnya.
Ia pun menitip pesan dan harapan kepada para wisudawan ini untuk terus belajar meningkatkan kapasitasnya. Bukan berhenti disaat sudah diwisuda. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Para sarjana harus bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan bermasyarakat, seperti menciptakan lapangan pekerjaan. Juga, menghilangkan keraguan dalam mengambil langkah besar.
”Jangan ragu berbuat dan melangkah. Karena kata orang bijak, untuk menempuh suatu perjalanan ribuan mil harus dimulai dari satu langkah kecil,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, pimpinan pusat Muhammadiyah memberikan cinderamata kepada Muhammad Daud Yahya. Turut hadir Ketua STIE Muhammadiyah Mamuju, Mohammad Ali Chandra beserta segenap civitas kampus hijau tersebut, ketua Komisi I DPRD Sulbar, Kepala Dinas Pendidikan Sulbar, Muzakkir Kulasse, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang sekaligus Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhajir Effendi, rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Ketua DPRD Kabupaten Mamuju, St Suraidah Suhardi, dan pimpinan perbankan. (ala/mir/c)