JENEPONTO, BKM — Angin Puting Beliung kembali memporakporandakan rumah warga. Kali ini, sebanyak 24 rumah di lingkungan Tarru-Tarru, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto rusak parah akibat diterpa Puting Beliung, Sabtu (6/3) sekira pukul 11,00 Wita.
Kepala Lingkungan Tarru-Tarru, Ramli Daeng Sitaba didampingi sejumlah warga mengatakan, datangnya Puting Beliung atau dikenal dengan nama lokal Laso Anging ditandai dengan cuaca gelap. Tak lama muncul tiga pusaran angin menyerupai gassing di langit Tarru-Tarru dan langsung menyapu rumah warga.
“Ada tiga pusaran Laso Anging berputar-putar dilangit dan begitu turun langsung menyambar rumah warga. Banyak atap serta dinding rumah terlepas. Kami catat ada 24 rumah warga yang rusak akibat diterpa Laso Anging,” beber Ramli, Minggu (6/3).
Ramli mengaku, tak semua rumah warga mengalami kerusakan, meski bersebelahan dengan rumah yang disapu Puting Beling.
“Ada rumah warga hancur, atapnya hilang. Sementara rumah disebelahnya tidak mengalami kerusakan sedikit pun,” tambah Ramli.
Pasca musibah Puting Beliung, jajaran Dandim 1425 Jeneponto langsung menrunkan 35 persnilnya untuk membantu warga. Sehari setelah musbah, Dandim kembali menurunkan personil hingga saat ini berjumlah 65 orang. Mereka nantinya akan ikut membantu warga untuk membangun kembali pemukiman yang rusak akibat Puting Beliung.
“Sejak kemarin sampai hari ini anggota kami bersama jajaran Polres turun ke lokasi bencana. Sejauh ini sejumlah bantuan juga turun, baik sembako maupun material bangunan dati donasi dermawan maupun organisasi,” jelas Dandim, Letkol Rudy Sandri.