Site icon Berita Kota Makassar

TMP Panaikang Belum Repesentatif

TMP Panaikang Belum Repesentatif

MAKASSAR, BKM — Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawangsa mengkritisi kondisi bangunan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang.

Kritikan dari mensos tersebut setelah melihat kondisi bangunan makam yang mulai retak-retak dimakan usia dan ditumbuhi rumput.
“Kondisi TMP sudah cukup baik, namun kedepannya masih perlu banyak penataan, termasuk penataan terhadap bangunan fisik,” tegas Khofifah di sela-sela kunjungan kerjanya selama dua hari di Provinsi Sulsel.
Mensos menambahkan, sudah saatnya makam direnovasi dengan menambah ketinggian bangunannya, sehingga tampak lebih refresentatif, sehingga tidak tertutupi rumput liar.
“Jika perlu disela-sela makam itu ditanami rumput halus dan dirawat dengan baik,” ungkap Khofifah.
Selain itu, kondisi pagar yang menjadi pembatas dengan pekuburan Islam Panaikang serta fasilitas parkir di bagian depan makam juga perlu diperindah, sehingga TMP Panaikang bisa menjadi taman makam pahlawan yang representatif.
Dalam peninjauan tersebut, Mensos didampingi sejumlah pejabat Kementerian Sosial dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel, DR H Ilham A.Gazaling MSi dan Kepala Seksi Kepahlawanan Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Hj Andi Rouva Adriayati SSos MSi.
Selain melakukan kunjungan, mensos juga menyempatkan waktu berziarah ke makam salah seorang pahlawan nasional Wolter Monginsidi, yang terletak di serambi kanan pintu masuk TMP Panaikang.
Termasuk melihat bangunan fisik tugu makam pahlawan yang berada di bagian belakang TMP, yang dilengkapi dengan sarana lapangan tempat upacara. Tugu tersebut merupakan bagian dari kegiatan proyek pembangunan TMP Panaikang yang sudah rampung dikerjakan dengan mendapat dukungan anggaran dari Kementerian Sosial dan juga dana APBD Provinsi Sulsel.
Lebih jauh tegas Khofifah, untuk menghargai para pahlawan dan jasa-jasa para pejuang bangsa yang terbaring di Taman Makam Pahlawan, pemerintah wajib melakukan pembenahan makam para pahlawan di seluruh Indonesia, termasuk TMP Panaikang.
”Rehabilitasi jalan pedesterian yang sudah dilakukan di TMP Panaikang sudah cukup baik, karena jalan tersebut lebih memudahkan para peziarah untuk menuju ke lokasi makam. Namun, akan lebih baik lagi jika bangunan fisik makam juga ditinggikan, sehingga makam tersebut tidak terlindung oleh rumput liar yang tumbuh di sela-sela makam,” ujarnya.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Ilham A Gazaling menyambut baik upaya pemerintah pusat yang mengucurkan anggaran untuk perbaikan Taman Makam Pahlawan Panaikang.
Dia mengatakan, Mensos sudah melihat dari dekat kondisi makam yang memang masih perlu perbaikan. Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti istruksi Menteri Sosial ke depan.
Usai mengunjungi TMP Panaikang, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Bulog Panaikang, Makassar.
Sidak yang dilakukan Mensos ke gudang Bulog tersebut diluar dari agenda kegiatan kunjungan kerja, sehingga kehadiran Mensos di kawasan pergudangan Bulog itu, hanya diterima oleh petugas gudang Bulog saja dan Mensos langsung masuk gudang untuk mengecek kondisi beras rastra yang dilakukan secara acak.
Disela-sela pengecekan kondisi beras rastra oleh Mensos, beberapa menit kemudian pimpinan Bulog Sulsel baru datang belakangan dan langsung bergabung mendampingi Mensos.
Selain mengecek mutu beras dengan mengambil sampel beras menggunakan gancu dari dua tumpukan karung, Mensos juga melakukan pengecekan terhadap timbangan digital dan juga volume beras yang ada dalam karung.
Ternyata dari hasil pengecekan menunjukkan alat timbangan yang ada di gudang Bulog Panaikang dalam kondisi normal, begitupun dengan ukuran volume beras yang sudah ada dalam karung juga kondisinya dijamin pas timbangannya.
Usai melakukan pengecekan, Mensos memberikan pernyataan bahwa pengadaan beras untuk program Rastra di Gudang Bulog Panaikang ternyata cukup baik dan berasnya masih baru.
Mensos menyatakan, sengaja melakukan sidak ke gudang Bulog Panaikang tanpa memberitahukan pihak Bulog, untuk melihat kondisi riil di lapangan.
“Karena ada juga di beberapa daerah hingga kini Bulog belum melakukan pembelian beras rastra dengan alasan, pemerintah kabupaten/kota belum mengajukan anggaran untuk program beras rastra tersebut,” jelas Khofifah.
Dia melanjutkan, ada beberapa daerah di Indonesia melakukan distribusi beras rastra enam bulan sekaligus dengan alasan bupati atau walikota baru saja dilantik sebagai pejabat. Kondisi tersebut mungkin bisa dimaklumi, namun bagi bupati/walikota yang incumbent, alasan seperti itu kurang tepat, sehingga dia meminta pihak Bulog dimanapun berada supaya melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk segera mendesak para bupati/walikota segera menyiapkan anggaran pembelian beras rastra sehingga Bulog bisa dengan cepat melakukan pengadaan beras rastra.
Mengenai keterlambatan distribusi beras rastra dengan alasan kendala transportasi laut maupun transportasi darat, itu sebenarnya bisa diatasi dengan melakukan perencanaan yang baik.
Dia menegaskan, kebutuhan akan beras rastra tidak bisa ditunda-tunda hingga beberapa bulan lamanya.
”Orang makan nasi kan setiap hari, jadi distribusi beras juga harus cepat dan tidak bisa ditunda-tunda hingga berbulan-bulan lamanya,” ujar Khofifah Indar Parawangsa. (rhm/war)

Exit mobile version