WASEKJEN DPP Golkar, Ali Mochtar Ngabalin berharap semoga Tuhan memberikan pertolongan kepada Golkar dan kader terbaiknya agar Munaslub Golkar bisa melahirkan pemimpin yang baik.
Mengomentari pertemuan SYL dengan Airlangga, Ali Mochtar mengatakan keduanya bertemu bukan hanya karena persoalan saling mendukung, tapi ada persoalan lebih penting yakni bagaimana membangun chemistry untuk Golkar ke depan.
Mantan politisi PBB ini cukup salut dengan kesepakatan SYL dan Airlangga yang akan menerapkan pola baru dalam pemilihan Ketua Umum Golkar mendatang.
“Ini adalah gaya baru dan pola baru. Jangan lagi masalah uang harus ada di Munas. Golkar ini bukan perusahaan pribadi,” jelasnya.
Dia melanjutkan, dirinya juga sudah mengatakan kepada Ade Kamaruddin dan Setya Novanto, ada ideologi yang harus dibangun bersama. Bukan untuk mencari uang. “Malu saya kalau terus begitu. Jangan sampai saya pindah partai lagi,” tegasnya.
Secara jujur, Ali mengatakan SYL yang paling menarik menjadi ketua umum Golkar. Alasannya, ada persyaratan yang tidak dimiliki calon lain dan hanya dimiliki oleh kosong satu Sulsel itu.
“SYL kalau dia berdiri semua langsung mengatakan dia kader Golkar. Dia membangun infrastruktur Golkar di Sulsel dengan sangat kuat dan baik tanpa menggunakan uang,” terangnya.
SYL juga dinilai memiliki attitude, leadership dan karakter yang dibangun secara murni tanpa dibuat-buat. “Apa yang dia bilang itu yang dibuat,” ungkap Ali.
Dari sisi membangun karier di Golkar, tidak ada yang seperti SYL. Karena mulai dari bawah, Ali percaya jika SYL mengerti anatomi rusaknya Golkar dan bisa memperbaikinya. (rhm/rif)