MAKASSAR, BKM — Kendati median jalan di Jembatan Tello sudah dibongkar, masih ada persoalan serius yang dihadapi guna memaksimalkan rekayasa lalu lintas.
Persoalan yang dihadapi, kata Kabid Pelaksanaan Jalan BBPJN VI, Shafwa HR, yakni masih berdirinya billboard di ujung jembatan.
“Upaya untuk memperlebar jalan akan sia-sia jika billboard masih berdiri disana. Walaupun kita sudah membongkar median jalan,” jelasnya.
Padahal, sesuai kesepakatan pada rapat koordinasi yang digelar pekan lalu di ruang kerja Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang, billboard tersebut akan dibongkar.
“Kami masih menunggu kesediaan pemilik reklamenya untuk membongkar sendiri,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, pihaknya sudah berdiskusi melalui grup Whatsapp (WA) terkait persoalan itu dengan wakil gubernur dan wali kota. Hasilnya, wali kota akan minta pengusaha reklame untuk membongkar sendiri.
Shafwan berharap billboard yang ada bisa segera dibongkar. Apalagi, minggu malam, Satker Jalan Metropolitan sudah menyelesaikan pembongkaran median jalan, tinggal merapikan dan membersihkan bekas bongkaran yang ada.
“Nanti malam (tadi malam, red) kita akan mengaspal median jalan itu agar mulus.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang dengan tegas meminta agar rekayasa jalan bisa maksimal dilakukan. Soal pembongkaran billboard, katanya sudah disampaikan ke Pemkot sesuai kesepakatan rapat.
“Harusnya memang pemiliknya yang bongkar. Jangan sampai rusak-rusak kalau pihak lain yang bongkar,” katanya.
Terpisah, Dinas Perhubungan Kota Makassar akan melakukan rekayasa di jembatan yang menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan dan Urip Sumoharjo itu. Dishub akan membagi jalan tersebut menjadi tiga jalur, yakni jalur dari arah timur ke barat dan sebaliknya.
“Untuk tambahan jalurnya kan khusus pengemudi kendaraan bermotor, termasuk angkot yang akan melintas depan M Tos,” terang Plt Kabid Dalops Dishub Makassar Muhammad Roa, kemarin.
Roa menambahkan, saat ini diakui perlambatan kendaraan masih terjadi. Namun kini sudah mulai teratasi.
“Kita fokuskan pada pengaturan kendaraan dari arah barat ke timur yang melintas di jembatan Tello. Kalau yag disebelahnya tidak terlalu, hanya perlambatan pada area traffic light yang akan membelok ke Jalan Dr Laimena,” katanya.
Roa juga mengaku, untuk pengaturan lalin pihaknya juga menempatkan personel di dekat jembatan mulai pagi sampai siang. Kemudian sore pukul 16.00 wita sampai magrib.
“Pasca pembongkaran median, perlambatan kendaraan sudah mulai teratasi, khususnya kendaraan yang dari arah barat ke timur. Kita juga tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan BBJN terkait seperti apa rekayasa pasca pembongkaran,” katanya.(rhm-ucu/war)
